Peran ChatGPT dalam Menyusun Panduan Ibadah Sunnah Bulan Rajab bagi Pelajar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Memasuki bulan Rajab, kebutuhan akan informasi mengenai tata cara ibadah meningkat pesat di kalangan siswa muslim. Banyak sekolah kini mengarahkan siswa untuk menggunakan ChatGPT sebagai alat bantu dalam menyusun jadwal ibadah harian yang mencakup niat buka puasa dan bacaan doa lainnya. AI ini membantu merangkum berbagai pendapat ulama mengenai keutamaan bulan Rajab secara cepat, yang kemudian divalidasi oleh guru agama di sekolah. Hal ini merupakan bagian dari literasi digital keagamaan yang mendukung SDG 4 dalam menciptakan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan spiritual siswa.
Penggunaan kecerdasan buatan dalam menyusun panduan ibadah memudahkan siswa dalam mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mendasar tanpa harus menunggu waktu pelajaran di kelas. Siswa dapat bertanya tentang sejarah doa buka puasa atau tips menjaga kesehatan saat berpuasa sunnah. Namun, guru tetap menekankan pentingnya mengecek sumber asli untuk menjaga kemurnian ajaran. Pendidikan yang menggabungkan kemudahan teknologi dengan bimbingan spiritual secara langsung ini membentuk karakter siswa yang bijak dalam menggunakan teknologi untuk pertumbuhan iman dan ilmu.
Hasil rangkuman ibadah tersebut kemudian dikemas menjadi buklet digital menggunakan Canva. Siswa merancang tata letak yang menarik agar panduan ibadah tersebut nyaman dibaca di layar ponsel. Buklet digital ini kemudian didistribusikan melalui grup WhatsApp Web kelas agar seluruh siswa dapat saling mengingatkan dalam kebaikan selama bulan Rajab. Kolaborasi antara teknologi teks, desain, dan komunikasi ini menciptakan ekosistem belajar yang positif dan mendukung perkembangan karakter religius siswa di era digital yang serba cepat ini.
Selain panduan teks, siswa juga dirujuk untuk menonton video ceramah di YouTube yang menjelaskan fadhilah (keutamaan) bulan Rajab. Konten visual ini membantu siswa dalam memahami materi secara lebih mendalam melalui narasi yang inspiratif. Penggunaan media sosial untuk hal-hal yang produktif dan religius merupakan salah satu tujuan pendidikan karakter guna menangkal dampak negatif internet. Sekolah berperan sebagai filter yang mengarahkan siswa kepada konten-konten yang membangun jiwa dan memberikan dampak positif bagi kehidupan sehari-hari mereka.
Secara keseluruhan, integrasi AI dan platform digital dalam mendukung aktivitas ibadah siswa menunjukkan bahwa teknologi adalah sarana yang sangat fleksibel. Dengan bimbingan yang tepat, ChatGPT dan alat digital lainnya dapat menjadi mitra yang hebat dalam memperkuat identitas religius generasi muda. Upaya ini diharapkan terus berkembang sehingga sistem pendidikan kita tidak hanya menghasilkan lulusan yang mahir secara teknis, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan keteguhan iman dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
###
Penulis: Anisa Rahmawati