Peran Operator Sekolah dalam Membantu Wali Murid Mengakses Laman Cek PIP untuk Transparansi Bantuan
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Di era digitalisasi pendidikan saat ini, peran operator sekolah dasar menjadi sangat vital, terutama dalam menjembatani kesenjangan teknologi yang dialami oleh sebagian besar wali murid di daerah pedesaan terkait penyaluran bantuan pemerintah. Operator sekolah kini tidak hanya berkutat dengan data pokok pendidikan (Dapodik), melainkan juga membuka layanan khusus atau "pojok bantuan" untuk memandu orang tua melakukan cek PIP secara langsung. Inisiatif ini diambil karena banyaknya orang tua siswa yang berhak menerima bantuan namun bingung bagaimana cara memverifikasi status penerimaan anak mereka karena keterbatasan gawai atau pemahaman tentang internet.
Dalam pelaksanaannya, pihak sekolah mengundang orang tua secara bergilir untuk datang ke ruang komputer atau tata usaha guna diberikan pelatihan singkat mengenai cara mengakses laman resmi untuk cek PIP. Operator sekolah dengan sabar menjelaskan langkah demi langkah, mulai dari memasukkan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) hingga memahami arti dari status yang muncul di layar monitor. Edukasi teknis ini sangat penting agar orang tua tidak mudah tertipu oleh informasi hoaks yang sering beredar di media sosial mengenai jadwal pencairan dana bantuan, sehingga mereka memiliki sumber informasi yang valid dan terpercaya langsung dari sistem pemerintah.
Selain membantu pengecekan, sekolah dasar juga menjadikan momentum ini untuk melakukan pemutakhiran data siswa yang seringkali menjadi kendala dalam penyaluran bantuan. Saat orang tua datang untuk cek PIP, operator sekolah sekaligus memverifikasi data kependudukan seperti NIK dan nama ibu kandung agar sinkron dengan data di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Keakuratan data ini adalah kunci utama agar siswa sekolah dasar yang benar-benar membutuhkan tidak teranulir haknya hanya karena kesalahan administratif yang sebetulnya bisa diperbaiki dengan komunikasi yang intensif.
Pihak sekolah juga menekankan kepada wali murid bahwa fitur cek PIP ini adalah bentuk transparansi publik yang harus dimanfaatkan untuk pengawasan bersama. Kepala sekolah dalam sambutannya sering mengingatkan bahwa dana yang cair harus diprioritaskan untuk kebutuhan akademik siswa, seperti membeli sepatu baru, tas, atau buku penunjang kurikulum, bukan untuk kebutuhan konsumtif rumah tangga lainnya. Dengan mengetahui status dana secara mandiri, orang tua diharapkan memiliki perencanaan keuangan yang lebih matang untuk mendukung kelancaran studi anak-anak mereka di tingkat dasar selama satu tahun ajaran ke depan.
Kesimpulannya, layanan pendampingan cek PIP di sekolah dasar adalah wujud nyata pelayanan prima institusi pendidikan kepada masyarakat. Sekolah tidak lagi menjadi menara gading yang hanya fokus pada pengajaran di kelas, tetapi juga peduli pada aspek kesejahteraan siswa melalui fasilitasi akses informasi bantuan. Upaya kolaboratif antara operator sekolah dan wali murid ini diharapkan mampu meminimalisir angka putus sekolah di tingkat SD akibat masalah biaya, serta memastikan bahwa setiap rupiah uang negara benar-benar sampai kepada mereka yang berhak menerimanya.
###
Penulis: Maulidia Evi Aprilia