Peran Orang Tua dalam Menguatkan Motivasi Belajar Anak di Lingkungan Rumah
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya - Motivasi belajar anak pada usia dasar sering dianggap sebagai faktor yang menentukan keberhasilan perkembangan literasi. Evaluasi mengenai dukungan orang tua memperlihatkan bahwa semangat belajar anak banyak dipengaruhi oleh bagaimana orang tua memberikan perhatian. Ketika anak merasa dihargai dan didukung, motivasi berkembang secara alami.
Sebaliknya tekanan yang berlebihan, sikap yang mudah marah, atau pendekatan yang kaku sering membuat anak merasa tertekan. Evaluasi menunjukkan bahwa kondisi tersebut dapat menghambat perkembangan minat baca dan kemampuan memahami pelajaran. Oleh karena itu sikap orang tua menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana belajar yang nyaman.
Banyak laporan mengungkap bahwa anak yang mendapatkan penguatan positif dari keluarga menunjukkan keberanian mencoba hal baru. Ketika orang tua memberikan ucapan apresiasi, membantu anak memahami kesalahan dengan tenang, dan memberi kepercayaan untuk belajar mandiri, anak cenderung membangun hubungan yang sehat dengan kegiatan belajar. Evaluasi ini menegaskan bahwa kehangatan keluarga adalah energi utama motivasi.
Namun tidak semua keluarga memiliki kemampuan yang sama dalam menjalankan peran tersebut. Ada orang tua yang masih memahami belajar hanya sebatas hasil akhir. Evaluasi mengingatkan perlunya peningkatan pemahaman bahwa proses belajar yang menyenangkan akan membawa hasil yang lebih baik dalam jangka panjang.
Upaya mendukung motivasi anak tidak selalu membutuhkan strategi rumit. Mengatur waktu belajar yang rileks, mendengarkan keluh kesah anak, dan menjadikan aktivitas membaca sebagai kegiatan bersama terbukti cukup efektif. Evaluasi menyebutkan bahwa keterlibatan sederhana namun konsisten jauh lebih berarti dibanding pendekatan yang penuh tekanan.
Anak yang merasa dihargai akan mengembangkan rasa percaya diri dan keberanian berekspresi. Evaluasi memperlihatkan bahwa kepercayaan diri ini sangat berkaitan dengan keberhasilan literasi dini. Ketika anak berani bertanya, berani membaca nyaring, dan berani menyampaikan pendapat, perkembangan bahasanya meningkat signifikan.
Kesimpulan dari berbagai evaluasi menunjukkan bahwa motivasi belajar anak sangat dipengaruhi oleh iklim keluarga. Dengan dukungan orang tua yang ramah, tegas tanpa mengintimidasi, serta penuh kepedulian, anak memiliki peluang besar berkembang menjadi pembelajar yang tangguh dan mencintai literasi.
###
Penulis: Resinta Aini Zakiyah