Peran Terjemahan dalam Menyerap Pengetahuan Sains Global
Akses terhadap pengetahuan ilmiah global adalah hak
setiap pembelajar, dan di sinilah peran penerjemahan menjadi sangat krusial,
bahkan untuk siswa sekolah dasar. Sebagian besar penemuan dan literatur sains
terkini di dunia dipublikasikan dalam Bahasa Inggris atau bahasa-bahasa besar
lainnya. Tanpa kemampuan penerjemahan, para siswa dan guru di negara-negara
non-penutur asli akan mengalami kesulitan besar dalam mengikuti perkembangan
ilmu pengetahuan dengan cepat. Kegiatan menerjemahkan teks-teks sains sederhana,
seperti ringkasan penelitian atau infografis, membuka pintu gerbang menuju
sumber daya informasi yang tidak terbatas.
Menerjemahkan materi sains juga melatih siswa untuk
memahami terminologi ilmiah secara tepat dan kontekstual. Banyak istilah sains
bersifat universal, tetapi cara penyampaian dan penjelasannya seringkali
membutuhkan penyesuaian linguistik. Ketika siswa berhadapan dengan konsep
seperti “fotosintesis” atau “gravitasi” dalam Bahasa Inggris, mereka dipaksa
untuk tidak hanya menghafal terjemahan katanya, tetapi juga memahami definisi
konsep tersebut secara mendalam. Proses ini membantu mengikis hambatan bahasa yang
sering membatasi pemahaman konsep IPA yang kompleks.
Selain itu, penerjemahan materi sains mengajarkan
siswa tentang akurasi dan presisi bahasa. Dalam ilmu pengetahuan, satu kata
yang salah terjemah dapat mengubah keseluruhan makna eksperimen atau teori. Ini
merupakan pelajaran berharga tentang pentingnya ketelitian dalam komunikasi
ilmiah. Guru dapat memberikan teks-teks pendek mengenai penemuan sejarah sains
dan meminta siswa untuk membandingkan terjemahan mereka. Aktivitas kolaboratif
ini menumbuhkan diskusi yang mendalam tentang pilihan kata yang paling tepat.
Penggunaan alat bantu terjemahan digital, meskipun
harus diawasi, dapat memperkenalkan siswa pada teknologi dan mempermudah akses
ke sumber daya yang lebih luas. Mereka belajar memvalidasi hasil terjemahan
mesin dengan pengetahuan konsep sains yang sudah mereka miliki. Keterampilan
ini penting untuk literasi digital di era informasi. Siswa dapat mulai membaca
artikel sains populer yang ditulis dalam Bahasa Inggris, yang secara tidak
langsung memperkaya wawasan mereka tentang dunia.
Dengan demikian, kemampuan penerjemahan dasar bukanlah
sekadar keterampilan bahasa tambahan; ini adalah kunci penting untuk literasi
sains dan kemajuan intelektual. Melalui integrasi penerjemahan ke dalam
kurikulum IPA, siswa SD disiapkan untuk menjadi pembelajar seumur hidup yang
mampu menyerap dan berkontribusi pada diskursus ilmiah global.
Penulis:
Della Octavia C. L