Perayaan Natal dan Penguatan Karakter Toleransi Melalui Konten Kreatif YouTube
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Momen Natal di lingkungan pendidikan inklusif tahun ini dimanfaatkan untuk memperkuat karakter toleransi siswa melalui pembuatan konten kreatif di YouTube. Siswa dari berbagai latar belakang agama diajak untuk berkolaborasi dalam membuat video pendek bertema "Kedamaian dalam Keberagaman". Proyek ini tidak hanya mengasah kemampuan teknis videografi, tetapi juga mendukung SDG 16, di mana sekolah menjadi tempat persemaian nilai-nilai perdamaian dan keadilan melalui interaksi sosial yang sehat antar siswa yang berbeda keyakinan.
Dalam memproduksi video tersebut, siswa menggunakan platform Canva untuk membuat aset grafis, seperti teks pembuka dan poster digital promosi video mereka. Pendidikan multimedia ini memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan pandangan mereka mengenai pentingnya hidup rukun dalam masyarakat multikultural. Dengan bimbingan guru, teknologi digunakan sebagai sarana narasi positif untuk mengimbangi konten-konten provokatif di internet, menjadikan siswa sebagai agen perdamaian di dunia digital yang memiliki tanggung jawab sosial tinggi.
Proses koordinasi produksi video yang melibatkan banyak siswa ini dilakukan melalui WhatsApp Web di laboratorium komputer sekolah. Penggunaan platform ini memudahkan distribusi file video mentah dan skrip antar anggota kelompok. Guru dapat memantau progres kerja siswa secara transparan dan memberikan masukan yang membangun tanpa harus mengganggu jam pelajaran lain. Efisiensi kolaborasi digital ini merupakan gambaran dari cara kerja profesional di masa depan, yang kini mulai diperkenalkan sejak dini di lingkungan sekolah.
Untuk memperluas dampak pesan perdamaian tersebut, siswa menggunakan fitur terjemah otomatis pada takarir (subtitle) video mereka. Tujuannya adalah agar pesan toleransi dari Indonesia dapat dipahami oleh penonton global di YouTube. Hal ini menanamkan kesadaran pada siswa bahwa mereka adalah bagian dari warga dunia yang memiliki peran dalam menjaga stabilitas dan kerukunan global. Pendidikan yang berwawasan internasional ini sangat penting untuk membentuk mentalitas siswa yang terbuka dan menghargai kemanusiaan di atas segala perbedaan.
Sebagai kesimpulan, pemanfaatan teknologi video dan platform kreatif dalam merayakan hari besar keagamaan telah membawa perubahan positif pada budaya sekolah. Siswa menjadi lebih aktif dan kreatif dalam menyebarkan nilai-nilai kebaikan. Inovasi ini diharapkan terus diperkuat agar sekolah dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kedalaman empati dan kemampuan untuk membangun harmoni di tengah masyarakat yang beragam, selaras dengan tujuan besar pembangunan berkelanjutan.
###
Penulis: Anisa Rahmawati