Pola dan Bangun di Batik: Geometri yang Tersembunyi dalam Warisan Mojokerto
Penulis: Neni Mariana
Sumber:
images.google.com
Di balik keindahan motif batik khas Mojokerto,
tersimpan kisah menarik tentang hubungan antara seni dan ilmu pengetahuan.
Penelitian berjudul “Konsep Geometri dalam Motif Batik Mojokerto sebagai
Peninggalan Kerajaan Majapahit” oleh Mohammad Thoriqul Islam dan Neni
Mariana ini menyoroti bagaimana pola-pola batik tradisional sebenarnya
menyimpan konsep-konsep geometri yang bisa diajarkan secara kontekstual di
sekolah dasar.
Batik Mojokerto yang dikenal sebagai salah satu warisan
budaya peninggalan Majapahit memiliki motif khas yang tidak hanya bernilai
estetis, tetapi juga sarat dengan bentuk-bentuk matematis. Peneliti menggunakan
pendekatan kualitatif transformatif dengan paradigma postmodernisme,
kritisisme, dan interpretivisme untuk mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai
budaya dalam batik dapat dikaitkan dengan konsep-konsep geometri. Dalam
prosesnya, sembilan motif batik khas Mojokerto dianalisis secara mendalam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai unsur
geometris dapat ditemukan dalam motif batik tersebut. Mulai dari titik dan
garis lurus, garis lengkung, zig-zag, serta garis sejajar, hingga bentuk-bentuk
bangun datar seperti segitiga, persegi, persegi panjang, trapesium, lingkaran,
dan oval. Selain itu, pola simetri lipat yang tampak pada desain batik juga
menjadi contoh nyata penerapan konsep simetri dalam geometri. Temuan ini
menunjukkan bahwa pembelajaran matematika, khususnya geometri, dapat dikaitkan langsung
dengan warisan budaya lokal yang dekat dengan kehidupan siswa.
Guru-guru sekolah dasar yang menjadi partisipan dalam
penelitian ini menilai bahwa konteks budaya seperti motif batik Mojokerto dapat
dijadikan sumber belajar matematika yang efektif dan menarik. Pembelajaran
semacam ini memungkinkan siswa memahami konsep geometri tidak hanya melalui
simbol dan rumus, tetapi juga melalui observasi visual dan pengalaman budaya.
Dengan demikian, matematika menjadi lebih hidup, bermakna, dan relevan dengan
dunia nyata.
Implikasi dari penelitian ini sangat penting bagi
pengembangan pembelajaran berbasis budaya di sekolah dasar. Mengajarkan
matematika melalui motif batik bukan hanya memperkaya pemahaman kognitif siswa
terhadap geometri, tetapi juga menumbuhkan apresiasi terhadap kearifan lokal
dan warisan budaya bangsa. Melalui pendekatan ini, siswa belajar melihat
keindahan dan keteraturan dalam pola tradisional, memahami bahwa antara seni
dan sains terdapat keterhubungan yang harmonis.
Penelitian ini mengingatkan kita bahwa matematika bukan
sekadar kumpulan angka dan rumus, melainkan juga bahasa universal yang
menjelaskan keindahan dan keteraturan dunia — bahkan dalam selembar kain batik.
Dengan membawa budaya ke ruang kelas, guru dapat membantu siswa menemukan makna
baru dari setiap garis, sudut, dan bentuk di sekitar mereka.
Sumber Pustaka:
Islam, M.
T., & Mariana, N. (2021). Konsep geometri dalam motif batik Mojokerto
sebagai peninggalan Kerajaan Majapahit. Jurnal Penelitian Pendidikan Guru
Sekolah Dasar, 9(07).