Refleksi Hari Guru: Peran Google Translate dalam Pembelajaran Bahasa di Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Google Translate telah menjadi alat yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pembelajaran bahasa di sekolah dasar. Pada momentum Hari Guru, penting untuk merefleksikan bagaimana alat ini dapat membantu sekaligus menantang pengembangan literasi linguistik anak. Guru berperan sebagai kurator informasi yang memastikan pemanfaatan teknologi tetap mendukung proses belajar, bukan menggantikannya. Ini menuntut guru memahami fungsi dan batas alat digital. Kecakapan digital pedagogis menjadi keterampilan wajib.
Penggunaan Google Translate dapat membantu siswa mengenal kosakata baru dengan cepat. Anak dapat melihat perbandingan kata dalam dua bahasa dan memperoleh gambaran tentang struktur kalimat sederhana. Namun, ketergantungan penuh pada alat ini dapat menghambat perkembangan authentic language production. Guru perlu membimbing agar siswa tidak hanya menyalin terjemahan, tetapi memahami makna dan konteks. Pembelajaran bahasa tetap membutuhkan interaksi manusia.
Selain membantu kosakata, Google Translate dapat menjadi pintu masuk untuk meningkatkan minat siswa pada bahasa asing. Siswa sekolah dasar mudah terpicu rasa ingin tahunya ketika melihat teknologi yang bersifat interaktif. Guru dapat memanfaatkan momentum ini untuk mengenalkan konsep multibahasa dan pemahaman lintas budaya. Konteks Hari Guru menjadikan refleksi ini semakin penting karena guru menjadi pengarah utama dalam integrasi teknologi. Pembelajaran bahasa menjadi lebih relevan dan terbuka.
Namun, guru juga perlu mengenalkan keterbatasan Google Translate, terutama dalam hal akurasi makna idiom, struktur kompleks, atau konteks budaya. Siswa sekolah dasar perlu memahami bahwa teknologi adalah alat bantu, bukan sumber utama kebenaran. Hal ini melatih keterampilan berpikir kritis dan kemampuan memeriksa ulang informasi. Pendekatan ini selaras dengan kompetensi abad 21. Peran guru tetap dominan dalam membangun literasi digital yang bertanggung jawab.
Hari Guru menjadi pengingat bahwa teknologi hadir bukan untuk menggantikan guru, tetapi untuk memperkuat kualitas pengajaran. Google Translate dapat menjadi mitra yang bermanfaat bila digunakan dalam batas pedagogis yang tepat. Guru tetap menjadi figur sentral yang menuntun anak mengembangkan pemahaman bahasa secara bermakna. Dengan pemanfaatan yang bijak, alat ini dapat membantu siswa menjadi pembelajar bahasa yang lebih percaya diri. Integrasi teknologi dan sentuhan humanis guru menciptakan pengalaman belajar yang seimbang dan modern.
###
Penulis: Arumita Wulan Sari