Restorative Practice di Kelas SD: Menggunakan Canva untuk Dokumentasi Visual Percakapan Pemulihan
Restorative practice merupakan pendekatan membangun harmoni di kelas dengan menyelesaikan konflik melalui dialog pemulihan. Di sekolah dasar, metode ini sangat penting untuk mengajarkan empati, tanggung jawab, dan komunikasi asertif. Guru perlu mendokumentasikan proses pemulihan agar dapat melihat perkembangan perilaku siswa. Canva menjadi alat yang ideal untuk membuat dokumentasi yang rapi dan visual. Template yang menarik membuat dokumentasi lebih mudah dipahami.
Guru dapat membuat lembar "Restorative Conversation" di Canva yang berisi pertanyaan inti seperti: Apa yang terjadi? Bagaimana perasaanmu? Siapa yang terdampak? Apa yang dapat kita lakukan untuk memperbaiki? Visualisasi ini membantu siswa lebih mudah mengungkapkan perasaan. Guru pun terbantu dalam memandu percakapan agar lebih terstruktur. Dokumentasi ini dapat digunakan untuk refleksi bersama.
Canva juga memungkinkan guru membuat buku kecil atau poster tentang langkah-langkah penyelesaian konflik. Siswa dapat membaca dan memahami cara menyelesaikan masalah tanpa kekerasan. Guru dapat menempel poster tersebut di kelas sebagai panduan. Ini membantu membangun budaya kelas yang positif dan penuh kepedulian. Pembelajaran karakter terwujud melalui tindakan nyata.
Etnopedagogi dapat dimasukkan dengan menambahkan nilai budaya seperti musyawarah, rembukan, atau adat penyelesaian konflik lokal. Guru dapat menjelaskan bahwa menyelesaikan masalah melalui dialog adalah tradisi nenek moyang kita. Siswa akan merasa bahwa praktik ini bukan hal baru, tetapi bagian dari budaya bangsa. Pembelajaran kontekstual hadir ketika guru mengaitkan konflik sekolah dengan kehidupan sehari-hari di rumah atau lingkungan. Ini meningkatkan relevansi.
Secara keseluruhan, Canva membantu guru mendokumentasikan restorative practice secara lebih menarik dan profesional. Dokumentasi visual memudahkan siswa memahami proses dan refleksi. Budaya kelas menjadi lebih damai dan menghargai perasaan. Integrasi nilai budaya membuat praktik ini semakin bermakna. Guru sekaligus mengajarkan cara hidup yang saling menghormati.
Penulis: Arumita Wulan Sari