Saat Canva Masuk Kelas: Begini Cara Guru Mengubah Anak Menjadi Desainer Cilik
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Di banyak sekolah, tugas-tugas kreatif kini mulai berubah bentuk. Anak-anak tidak hanya diminta menulis atau menggambar di kertas, tetapi juga membuat poster, komik, atau presentasi digital. Canva menjadi salah satu alat yang memudahkan guru memberi tugas semacam ini. Dengan antarmuka yang sederhana, anak dapat membuat karya visual dalam waktu singkat. Pengalaman ini membuat mereka merasa seperti desainer sungguhan.
Melalui proyek visual, anak belajar menyusun informasi dengan runtut. Mereka memilih warna, ikon, dan gambar yang paling sesuai untuk menjelaskan ide mereka. Aktivitas ini melatih kemampuan komunikasi visual sejak dini. Anak juga belajar bekerja teliti, karena setiap elemen visual memiliki fungsi. Kegiatan ini membuat proses belajar menjadi lebih variatif.
Selain untuk tugas kreatif, Canva membantu anak memahami konsep akademik. Infografis dapat digunakan untuk meringkas materi IPA, IPS, atau Bahasa Indonesia. Guru dapat meminta anak menggambar siklus air, membuat peta konsep, atau menceritakan tokoh sejarah dalam bentuk poster. Cara ini mengaktifkan imajinasi sambil memperkuat pemahaman isi pelajaran. Proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan bermakna.
Penggunaan teknologi desain juga melatih keterampilan abad 21. Anak belajar kolaborasi melalui proyek kelompok. Mereka berdiskusi untuk menentukan konsep visual dan membagi tugas sesuai kemampuan. Keterampilan digital pun berkembang seiring seringnya mereka berinteraksi dengan alat desain. Semua ini merupakan bekal penting untuk masa depan mereka.
Walaupun sangat bermanfaat, guru tetap perlu mengawasi penggunaannya. Anak harus diarahkan agar tidak lebih fokus pada estetika dibanding isi materi. Panduan sederhana mengenai hak cipta gambar juga perlu diberikan. Dengan pendampingan yang tepat, Canva menjadi platform belajar yang memadukan kreativitas, literasi digital, dan konsep akademik. Anak pun tumbuh sebagai pembelajar yang percaya diri dan inovatif.
###
Penulis: Arumita Wulan Sari