SD Memasukkan Coding dan Robotika Mini ke Kurikulum – Anak-Anak Siap Hadapi Tantangan Teknologi
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Sebuah sekolah dasar telah resmi
memasukkan materi coding dan robotika mini ke dalam kurikulum wajib, menjadi
salah satu sekolah pertama di daerah tersebut yang melakukan hal ini. Langkah
ini diambil setelah melihat kebutuhan akan keterampilan teknologi yang semakin
penting di masa depan, dan keinginan untuk mempersiapkan anak-anak menghadapi
tantangan yang akan datang. Kurikulum baru ini dirancang agar seimbang antara
pembelajaran teori dan praktik, sehingga siswa dapat memahami dan menerapkan
konsep yang diajarkan.
Pembelajaran
coding di kurikulum ini menggunakan bahasa pemrograman visual yang sederhana,
sehingga anak-anak tidak perlu menghafal sintaks yang rumit. Mereka diajak
untuk menyusun blok-blok perintah untuk membuat karakter dalam game bergerak,
atau mengontrol perangkat elektronik sederhana. Setiap minggu, siswa diberikan
tugas yang semakin menantang, sehingga mereka terus terpacu untuk meningkatkan
kemampuan mereka.
Robotika
mini menjadi bagian integral dari kurikulum ini, di mana siswa diajarkan untuk
merakit dan memprogram robot sendiri. Mereka mempelajari dasar-dasar teknik,
elektronika, dan pemrograman melalui kegiatan praktis yang menyenangkan.
Beberapa proyek yang dilakukan antara lain membuat robot pengejar bola, robot
yang dapat berkomunikasi dengan teman lain, atau robot yang dapat membersihkan
permukaan kecil.
Anak-anak
sangat antusias dengan kurikulum baru ini, dan banyak yang mengatakan bahwa
pelajaran coding dan robotika adalah pelajaran favorit mereka. Mereka semakin
percaya diri dalam menyelesaikan masalah, bekerja sama dengan teman-teman, dan
mengungkapkan ide kreatif mereka. Guru juga melihat peningkatan minat belajar
siswa secara umum, karena mereka merasa bahwa pelajaran menjadi lebih relevan
dengan kehidupan sehari-hari.
Dengan
memasukkan coding dan robotika mini ke kurikulum, SD ini berharap dapat
membekali anak-anak dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk bersaing di era
digital. Langkah ini juga diharapkan dapat menginspirasi sekolah lain untuk
melakukan hal yang sama, sehingga generasi masa depan dapat menjadi pemimpin
dan inovator di bidang teknologi.
Penulis:
Ailsa Widya Imamatuzzadah