SD Mulai Ajarkan Critical Thinking: Menyiapkan Siswa Hadapi Tantangan Era AI dengan Berpikir Mendalam
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Dunia saat ini memasuki era kecerdasan
buatan yang berkembang dengan cepat, di mana teknologi mulai mengambil peran
penting dalam berbagai aspek kehidupan. Hal ini membuat banyak pihak menyadari
bahwa keterampilan yang dibutuhkan siswa tidak lagi hanya hafalan dan
pengetahuan faktual semata. Di tengah situasi ini, sejumlah sekolah dasar (SD)
di berbagai daerah mulai mengintegrasikan pembelajaran critical thinking
sebagai bagian dari kurikulum utama, dengan tujuan menyiapkan siswa menghadapi
tantangan masa depan yang dipengaruhi oleh AI.
Pembelajaran
critical thinking di SD tidak dilakukan dengan cara yang terlalu rumit atau
membosankan. Guru-guru menggunakan metode yang menarik, seperti permainan
logika, diskusi kelompok, dan penyelesaian masalah yang dekat dengan kehidupan
sehari-hari siswa. Misalnya, siswa diajarkan untuk mempertanyakan alasan di
balik suatu peristiwa, menganalisis informasi yang diterima, dan membuat
keputusan berdasarkan alasan yang jelas. Hal ini membantu siswa membangun
kebiasaan berpikir yang tidak pasif.
Era
AI membawa keuntungan besar, tetapi juga tantangan tersendiri. Banyak pekerjaan
yang dulunya dilakukan oleh manusia kini mulai digantikan oleh mesin. Oleh
karena itu, siswa perlu memiliki keterampilan yang tidak dapat digantikan oleh
AI, yaitu kemampuan berpikir mendalam, mengkritik, dan mencipta. Critical
thinking menjadi kunci agar siswa bisa memahami bagaimana AI bekerja,
memanfaatkannya dengan bijak, dan tidak terjebak dalam informasi yang salah
atau menyesatkan.
Sebagai
contoh, di SD XYZ, pembelajaran critical thinking diintegrasikan ke dalam mata
pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika. Pada pelajaran Bahasa Indonesia,
siswa diajarkan untuk menganalisis isi cerita dan memberikan pendapat yang
didasarkan pada bukti. Di Matematika, mereka tidak hanya diajarkan rumus,
tetapi juga mengapa rumus itu bekerja dan bagaimana menggunakannya dalam
situasi nyata. Hasilnya, siswa semakin aktif dalam kelas dan lebih mampu
menyelesaikan masalah dengan cara yang kreatif.
Langkah
memasukkan critical thinking di SD adalah langkah awal yang sangat penting
untuk membentuk generasi masa depan yang cerdas dan mandiri. Dengan dilatih
berpikir mendalam sejak usia muda, siswa akan lebih siap menghadapi tantangan
era AI dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Pemerintah, guru, dan orang
tua perlu bekerja sama untuk mendukung implementasi kurikulum ini, sehingga
semua siswa bisa mendapatkan manfaatnya dan menjadi individu yang mampu
berpikir secara kritis dan mandiri.
Penulis:
Ailsa Widya Imamatuzzadah