SDGs Pendidikan Dasar Ajak Siswa Diskusi Makanan Sehat Lewat WhatsApp Web
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Diskusi makanan sehat dibahas dengan dukungan WhatsApp Web. Siswa
saling bertukar pendapat tentang pilihan gizi. Kegiatan daring ini mendukung
upaya SDGs Tanpa Kelaparan.
Pembahasan
mengenai gizi seimbang kini semakin banyak dilakukan melalui ruang digital yang
mudah diakses siswa. WhatsApp Web menjadi salah satu sarana yang digunakan
untuk bertukar gagasan ringan tentang makanan sehat yang sering ditemui dalam
keseharian. Melalui pesan singkat dan gambar sederhana, siswa dapat mengenal
contoh pangan bergizi yang mendukung tumbuh kembang mereka. Pilihan buah,
sayur, dan protein menjadi topik yang paling sering dibicarakan dalam ruang
obrolan tersebut.
Peran
teknologi dalam pendidikan dasar terlihat semakin kuat terutama ketika
digunakan untuk memperluas pemahaman mengenai pangan sehat. Siswa dapat
memanfaatkan fitur pesan untuk mengirim foto makanan yang mereka miliki di
rumah. Melalui interaksi itu, mereka membandingkan jenis pangan yang baik bagi
tubuh dan yang perlu dibatasi konsumsinya. Cara ini membuat pembahasan gizi
terasa dekat dengan kehidupan nyata dan lebih mudah dipahami oleh usia sekolah
dasar.
Selain
membantu siswa mengenali makanan sehat, diskusi melalui WhatsApp Web juga
menumbuhkan rasa ingin tahu mengenai kebutuhan gizi yang berbeda bagi setiap
orang. Pesan yang dibagikan sering kali membahas cara mengurangi konsumsi gula
serta pentingnya air bersih untuk kesehatan tubuh. Topik ini selaras dengan
semangat SDGs Tanpa Kelaparan yang menekankan pemenuhan asupan gizi bagi
masyarakat sejak usia dini. Dengan memahami dasar gizi, siswa dapat membentuk
kebiasaan makan yang lebih baik.
Ruang
digital yang sederhana ternyata juga memperkuat keterampilan komunikasi siswa.
Mereka belajar untuk berbicara sopan, memberi tanggapan yang jelas, dan
memahami pendapat orang lain. Semua ini menjadi bagian dari SDGs Pendidikan
Dasar yang mendorong pembelajaran inklusif dan keterampilan abad dua puluh
satu. Kegiatan ini menunjukkan bahwa media digital dapat menjadi bagian penting
dari upaya peningkatan kualitas pendidikan.
Tingkat
partisipasi siswa juga meningkat karena diskusi berlangsung dengan cara yang
santai. Tidak ada tekanan untuk menjawab panjang, karena setiap siswa hanya
perlu mengirim pesan singkat sesuai pemahaman mereka. Hal ini membuat suasana
belajar terasa lebih cair dan menyenangkan. Banyak siswa bahkan mulai membuat
daftar makanan sehat versi mereka untuk dibagikan pada teman teman.
Melalui
cara sederhana ini, pemahaman tentang pangan sehat dapat tumbuh dari kebiasaan
interaksi harian yang dekat dengan dunia siswa. WhatsApp Web menjadi contoh
bahwa teknologi tidak hanya menghadirkan kemudahan, tetapi juga membuka ruang
bagi anak untuk membangun kesadaran gizi sejak usia dasar. Upaya kecil ini
memberi kontribusi nyata bagi pembentukan generasi yang lebih peduli pada
kesehatan dan ketahanan pangan.
###
Penulis: Sevian Ageng Wahono