Sekolah Dasar Manfaatkan Doa Buka Puasa Rajab untuk Pendidikan Karakter Berbasis SDGs
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Sekolah dasar kini semakin kreatif dalam mengaitkan pembelajaran keagamaan dengan isu global. Doa buka puasa Rajab menjadi salah satu contoh bagaimana nilai religius dapat diselaraskan dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Tradisi ini dimanfaatkan sebagai sarana pembentukan karakter anak yang berkelanjutan dan relevan dengan tantangan masa depan.
Pembiasaan doa buka puasa Rajab dilakukan secara rutin selama bulan Rajab, baik di sekolah maupun melalui kerja sama dengan orang tua. Guru menekankan bahwa doa bukan sekadar bacaan, tetapi juga refleksi diri. Anak-anak diajak merenungkan makna kesederhanaan, kesabaran, dan rasa syukur.
Nilai-nilai tersebut sejalan dengan SDGs 4 yang menekankan pendidikan karakter dan nilai kemanusiaan. Pendidikan dasar tidak hanya mencetak siswa berprestasi, tetapi juga individu yang memiliki empati dan kepedulian sosial. Doa buka puasa Rajab menjadi pintu masuk untuk menanamkan nilai tersebut secara alami.
Kegiatan ini juga mendukung SDGs 16 tentang perdamaian dan kelembagaan yang kuat. Anak-anak belajar mengendalikan emosi, menghormati perbedaan, dan menjaga keharmonisan dalam lingkungan sekolah. Pembelajaran religius yang damai ini menjadi fondasi penting bagi terciptanya masyarakat yang rukun.
Melalui pemanfaatan doa buka puasa Rajab, sekolah dasar menunjukkan bahwa pendidikan religius dan SDGs dapat berjalan beriringan. Tradisi keagamaan menjadi kekuatan dalam membentuk generasi masa depan yang beriman, berkarakter, dan berwawasan global.
###
Penulis: Salsa Billa Aulia