Sekolah Dasar Menanamkan Dasar Teknologi Masa Depan melalui Coding Dasar dan Robotika Mini
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Sekolah
Dasar (SD) secara visioner menanamkan dasar teknologi masa depan melalui
integrasi Coding Dasar dan Robotika Mini ke dalam kurikulum, sebuah
langkah fundamental yang sangat penting untuk menyiapkan siswa menghadapi
dinamika cepat Revolusi Industri berikutnya. Dasar-dasar teknologi yang
ditanamkan ini bukan hanya berfokus pada bagaimana mengoperasikan atau
menggunakan alat, tetapi lebih mendalam pada penguasaan prinsip-prinsip Computational
Thinking yang diyakini akan menjadi bahasa universal di hampir semua
disiplin ilmu, mulai dari biologi hingga ekonomi. SD menyadari bahwa fondasi
logis yang kuat harus dibangun sejak usia dini untuk memastikan daya saing dan
kemampuan berinovasi generasi mendatang di kancah internasional. Komitmen ini
menunjukkan kesiapan sekolah untuk beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja yang
akan datang.
Penanaman
dasar teknologi masa depan melalui Coding secara spesifik berfokus pada
penguasaan logika algoritmik, yang merupakan prinsip inti dari Kecerdasan
Buatan (AI), pembelajaran mesin, dan sistem otomatisasi yang semakin dominan.
Anak-anak belajar bagaimana secara efisien menyusun serangkaian langkah logis
yang terstruktur untuk mencapai tujuan, sebuah keterampilan berpikir yang
esensial untuk berinteraksi dan bahkan merancang sistem AI yang kompleks di
masa depan. Pemahaman dini tentang bagaimana algoritma bekerja akan membuat
mereka menjadi pengguna teknologi yang kritis dan tidak mudah diperdaya,
alih-alih hanya menjadi konsumen pasif yang tunduk pada sistem.
Robotika
Mini menanamkan dasar teknologi masa depan dengan memperkenalkan konsep Internet
of Things (IoT) dan rekayasa sistem terpadu melalui pengalaman langsung
yang konkret. Siswa belajar bagaimana sensor (sebagai input data) memicu reaksi
(output) pada robot, yang merupakan prinsip dasar dari semua perangkat pintar
yang terhubung dalam ekosistem IoT modern. Pemahaman mendalam tentang
interkoneksi antara software dan hardware ini sangat penting
untuk karir di bidang engineering, pengembangan perangkat keras, dan
otomatisasi industri. Pengalaman merakit dan memprogram sistem fisik ini
memberikan pemahaman yang menyeluruh dan aplikatif, melampaui batas-batas
teori.
Langkah
nyata sekolah dalam menanamkan dasar teknologi masa depan adalah dengan
menjadikan Coding dan Robotika sebagai mata pelajaran yang sangat
inklusif, memastikan bahwa semua siswa memiliki akses yang setara terhadap
pengetahuan mendasar ini, tanpa memandang perbedaan gender atau latar belakang
sosial. Sekolah secara aktif berusaha keras untuk menghilangkan hambatan yang
menyebabkan kesenjangan digital, memastikan bahwa semua anak, termasuk siswi
perempuan, merasa berdaya dan berani berpartisipasi dalam eksplorasi teknologi.
Komitmen inklusif ini menjamin bahwa talenta teknologi dapat muncul dan
berkembang dari berbagai lapisan masyarakat, memperkuat potensi inovasi nasional
secara keseluruhan.
Secara
keseluruhan, Coding Dasar dan Robotika Mini adalah inisiatif SD yang
memiliki dampak jangka panjang, berhasil menanamkan dasar teknologi masa depan
secara mendalam dan fundamental. Sekolah telah mengambil tanggung jawab penuh
untuk memastikan bahwa setiap siswa memiliki fondasi logis, teknis, dan kreatif
yang dibutuhkan untuk tidak hanya bertahan di era digital, tetapi juga memimpin
dan menjadi agen utama dalam merancang ulang dunia yang semakin didorong oleh
teknologi dan inovasi.
Penulis
: Indriani Dwi Febrianti