Sertifikat Tanam Pohon Jadi Pengingat Komitmen Siswa SD terhadap Lingkungan
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Pemberian sertifikat kegiatan tanam pohon menjadi cara unik
memperkuat pentingnya aksi hijau pada siswa sekolah dasar. Sertifikat ini
berisi nama siswa, jenis pohon yang ditanam, dan pesan tentang keberlanjutan.
Keberadaan sertifikat membuat aksi lingkungan terasa lebih bermakna. Kegiatan
ini mendukung SDGs Kehidupan di Darat.
Proses
desain sertifikat melibatkan unsur estetika dan edukasi. Siswa memilih gambar
daun, akar, dan bumi sebagai simbol kehidupan. Guru menjelaskan bahwa simbol
tersebut mewakili hubungan manusia dengan alam. Siswa memahami bahwa pohon
memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Penulisan
sertifikat menjadi momen refleksi bagi siswa. Mereka mengingat kembali proses
menanam, merawat, dan mengamati pertumbuhan pohon. Refleksi ini memperkuat rasa
tanggung jawab terhadap tanaman mereka. Anak-anak mulai memahami bahwa pohon
bukan hanya dekorasi.
Ketika
sertifikat dibagikan, siswa menunjukkan kebanggaan yang tinggi. Perasaan
memiliki pohon sendiri menjadi pengalaman emosional yang kuat. Guru menjelaskan
bahwa rasa memiliki adalah fondasi perilaku peduli lingkungan. Anak-anak pun
semakin termotivasi.
Sertifikat
juga menjadi pembuka diskusi tentang pentingnya menanam pohon. Siswa
mempelajari manfaat pohon bagi udara, tanah, dan makhluk hidup. Guru mengaitkan
pembahasan ini dengan fenomena pemanasan global. Kesadaran lingkungan semakin
dalam.
Beberapa
siswa menyimpan sertifikat mereka di rumah sebagai pengingat komitmen. Mereka
mulai mengajak keluarga untuk merawat tanaman lain. Kebiasaan ini menunjukkan
bahwa edukasi dapat merambah ke kehidupan keluarga. Lingkup pengaruh siswa
semakin luas.
Sertifikat
tanam pohon akhirnya menjadi lebih dari sekadar kertas. Ia menjadi simbol
komitmen, pengetahuan, dan harapan. Pendidikan dasar berhasil menanamkan cinta
lingkungan sejak usia muda.
###
Penulis: Sevian Ageng Wahono