Sinergi Sekolah dan Masyarakat dalam Melestarikan Lingkungan Belajar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Terciptanya sinergi yang harmonis antara institusi sekolah serta komponen masyarakat sekitar merupakan prasyarat mutlak bagi keberlanjutan serta kelestarian lingkungan belajar di luar kelas yang berkualitas dan edukatif bagi masa depan bangsa. Sekolah tidak dapat berdiri sendiri sebagai menara gading yang terpisah dari realitas sosiokultural lingkungan tempat ia berada, melainkan harus menyatu sebagai bagian integral dari komunitas yang saling mendukung dan menguntungkan satu sama lain. Masyarakat lokal harus dipandang sebagai mitra strategis dan pemilik bersama atas ruang-ruang terbuka hijau serta situs-situs budaya yang menjadi sarana eksplorasi bagi para siswa sekolah dasar di daerahnya. Penanaman rasa memiliki pada warga masyarakat terhadap program pembelajaran luar kelas akan menjamin terciptanya lingkungan yang aman, bersih, dan suportif bagi setiap aktivitas edukasi yang dilakukan oleh para peserta didik. Guru dan kepala sekolah dituntut untuk memiliki kemampuan komunikasi sosial yang mumpuni guna membangun jalinan kemitraan yang produktif dengan tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, serta pemerintah desa atau kelurahan setempat secara berkelanjutan. Sinergi ini akan melahirkan sebuah ekosistem pendidikan semesta, di mana setiap jengkal tanah di lingkungan masyarakat menjadi ruang belajar yang penuh dengan nilai-nilai kebajikan dan kearifan lokal yang sangat luhur dan membanggakan.
Program kemitraan ini dapat diimplementasikan melalui kegiatan gotong royong bersama dalam merawat taman sekolah, membersihkan fasilitas publik, hingga melakukan aksi penanaman pohon di area yang menjadi habitat observasi alam bagi para siswa di sekitar lingkungan sekolah. Masyarakat dapat dilibatkan sebagai narasumber atau guru tamu yang menceritakan sejarah kampung, teknik pertanian tradisional, atau kearifan lokal dalam menjaga ekosistem hutan dan sungai yang ada di wilayahnya masing-masing. Interaksi antara siswa dan warga masyarakat ini akan melatih kecerdasan interpersonal serta kesantunan sosial anak-anak dalam berkomunikasi dengan orang yang memiliki pengalaman hidup yang kaya dan beragam secara sosiokultural. Siswa diajarkan untuk menghargai peran setiap individu dalam masyarakat, mulai dari petani hingga petugas kebersihan, sebagai bagian penting dari sistem kehidupan kolektif yang harus dijaga harmoni dan keberlangsungannya demi kemaslahatan bersama. Selain itu, kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh sekolah sebagai bagian dari kurikulum luar kelas akan meningkatkan indeks kebahagiaan serta kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan dasar di mata rakyat secara nyata. Kemitraan yang kokoh akan mencegah terjadinya vandalisme terhadap fasilitas belajar luar kelas serta menciptakan rasa aman bagi siswa saat melakukan penjelajahan di lingkungan yang tidak bersekat dinding sekolah tersebut.
Pemerintah perlu memberikan insentif atau penghargaan bagi komunitas masyarakat yang aktif berkontribusi dalam mendukung kegiatan belajar luar kelas guna memotivasi daerah lain untuk melakukan hal serupa secara masif dan terstruktur. Kebijakan mengenai penggunaan dana desa untuk pembangunan ruang terbuka hijau ramah anak dapat disinergikan dengan kebutuhan sekolah akan lokasi pengamatan fenomena alam yang orisinal dan edukatif bagi pertumbuhan karakter siswa. Selain itu, peran sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dapat diarahkan untuk menyediakan sarana prasarana edukatif di lingkungan masyarakat, seperti pojok baca di taman kota atau papan informasi flora dan fauna di jalur-jalur pengamatan alam di pelosok. Sekolah juga dapat berperan sebagai pusat inovasi bagi masyarakat melalui pelatihan-pelatihan sederhana mengenai pengelolaan sampah organik menjadi kompos atau teknik hidroponik yang dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga sekitar secara mandiri. Dialog rutin antara pihak sekolah, orang tua, dan perwakilan masyarakat harus dilakukan guna mengevaluasi dampak kegiatan pembelajaran luar kelas terhadap tatanan sosial lingkungan setempat secara jujur dan transparan. Keberlanjutan lingkungan belajar luar kelas sangat bergantung pada sejauh mana masyarakat merasa mendapatkan manfaat edukatif serta nilai tambah dari keberadaan aktivitas sekolah di wilayah mereka sendiri.
Tantangan dalam membangun sinergi ini terletak pada perbedaan persepsi mengenai fungsi ruang publik serta adanya potensi konflik kepentingan dalam penggunaan lahan terbuka di tengah pertumbuhan pemukiman yang sangat cepat dan padat. Diperlukan mediasi yang bijaksana serta regulasi tata ruang yang jelas dari pemerintah daerah guna memproteksi area-area yang memiliki nilai edukasi tinggi agar tidak beralih fungsi menjadi area komersial yang eksploitatif dan merusak tatanan alam. Kesadaran kolektif mengenai pentingnya pendidikan luar kelas bagi masa depan generasi muda harus terus disosialisasikan kepada seluruh lapisan masyarakat agar tumbuh gerakan moral untuk menjaga lingkungan belajar sebagai harta bersama yang tak ternilai harganya bagi bangsa. Sekolah harus menunjukkan prestasi serta perubahan positif pada karakter siswa sebagai bukti nyata keberhasilan program pendidikan yang melibatkan peran serta masyarakat secara luas dan tulus dalam pembentukan jiwa anak bangsa. Setiap keberhasilan proyek kolaboratif di lapangan harus dipublikasikan secara luas guna menjadi inspirasi bagi wilayah lain di nusantara bahwa sinergi adalah kunci utama bagi kejayaan peradaban pendidikan nasional. Dengan gotong royong yang kuat, kita sedang membangun fondasi bagi Indonesia yang lebih hijau, cerdas, dan bermartabat, di mana alam dan masyarakat menjadi ruang belajar yang paling tulus dan abadi bagi setiap anak manusia.
Sebagai kesimpulan, sinergi sekolah dan masyarakat dalam melestarikan lingkungan belajar adalah manifestasi tertinggi dari nilai-nilai luhur Pancasila yang menjunjung tinggi kebersamaan dan kemanusiaan yang sangat adil serta beradab bagi seluruh rakyat Indonesia. Kita harus menyadari bahwa tanggung jawab mendidik anak bangsa adalah tugas kolektif yang memerlukan kerendahan hati serta kerja keras dari semua pihak tanpa terkecuali, baik dari elemen formal maupun informal dalam masyarakat. Lingkungan luar kelas yang lestari akan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang agar mereka tetap memiliki tempat untuk bersentuhan dengan keaslian alam serta kehangatan interaksi sosial yang manusiawi dan sangat bermakna bagi kehidupan. Mari kita pupuk terus semangat kemitraan ini dengan penuh integritas dan kejujuran demi mewujudkan masa depan pendidikan Indonesia yang gemilang, asri, dan sangat dihormati oleh masyarakat dunia internasional secara luas. Sinergi ini adalah kekuatan sejati yang akan menjaga keutuhan nusantara serta kelestarian ekosistem global dari ancaman kerusakan akibat ketidakpedulian manusia di era modern yang penuh tantangan ini. Dengan sekolah dan masyarakat yang bersatu, setiap langkah kaki siswa di luar kelas akan menjadi langkah pasti menuju kejayaan peradaban bangsa Indonesia yang tangguh, berkarakter, dan sangat luar biasa hebat prestasinya di segala bidang kehidupan yang bermanfaat bagi sesama manusia.
###
Penulis : Kartika Natasya Kusuma Supardi.