Tantangan Cerita Bergambar Bersambung Membuat Grup WhatsApp Kelas Hidup
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Grup WhatsApp kelas kini menjadi lebih hidup dengan tantangan cerita bergambar bersambung. Anak SD menulis dan menggambar bagian cerita mereka, lalu membagikannya di grup. Aktivitas ini memadukan keterampilan literasi, seni, dan kolaborasi. Guru memandu alur agar cerita tetap koheren dan menyenangkan. Anak belajar mengamati, menulis, dan mengekspresikan ide secara visual. Proses ini membuat interaksi di grup lebih kreatif dan edukatif.
Setiap siswa mendapat giliran menambahkan bagian cerita mereka sendiri. Aktivitas ini melatih imajinasi, keterampilan bercerita, dan berpikir kreatif. Guru dapat memberikan arahan agar cerita tidak keluar dari tema. Anak belajar menghubungkan ide teman sebelumnya dengan ide mereka sendiri. Diskusi singkat di grup memperkuat pemahaman konsep cerita. Proses ini membangun rasa kebersamaan dan semangat kolaboratif.
Selain menulis, anak juga menambahkan ilustrasi sederhana untuk mendukung cerita. Mereka belajar mengekspresikan emosi, karakter, dan suasana melalui gambar. Guru memfasilitasi agar ilustrasi sesuai dengan alur dan pesan cerita. Anak belajar menggabungkan kata dan gambar menjadi satu kesatuan yang harmonis. Aktivitas ini melatih kreativitas visual sekaligus kemampuan literasi. Hasil akhir cerita menjadi karya kelas yang menyenangkan untuk dibaca semua siswa.
Anak juga dapat saling memberi komentar dan pujian pada bagian cerita teman. Aktivitas ini melatih kemampuan komunikasi, empati, dan menghargai karya orang lain. Guru membimbing agar komentar tetap positif dan membangun. Anak belajar mengekspresikan pendapat secara sopan dan kritis. Proses ini menumbuhkan rasa percaya diri dan motivasi belajar. Diskusi ini membuat grup WhatsApp lebih interaktif dan menyenangkan.
Cerita bersambung ini dapat dijadikan bahan presentasi kelas. Anak mempraktikkan kemampuan berbicara dan menyampaikan ide di depan teman. Guru dapat menambahkan sesi refleksi untuk membahas ide cerita. Anak belajar menyusun narasi yang jelas dan menarik bagi audiens. Aktivitas ini menumbuhkan keberanian dan kreativitas anak secara bersamaan. Hasil cerita menjadi proyek kolaboratif yang memuaskan dan edukatif.
Secara keseluruhan, tantangan cerita bergambar bersambung membuat WhatsApp kelas menjadi sarana belajar interaktif. Anak belajar literasi, kreativitas, dan kolaborasi melalui kegiatan menyenangkan. Guru memiliki media yang memadukan pembelajaran digital dengan seni. Aktivitas ini menumbuhkan rasa ingin tahu dan kemampuan bekerja sama. Anak merasa belajar sambil bermain dan mengekspresikan ide mereka. Grup WhatsApp menjadi ruang belajar yang hidup, kreatif, dan inspiratif.
###
Penulis: Della Octavia C. L