Teknologi Terjemahan Perkuat Literasi Multibahasa di Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Pemanfaatan teknologi terjemahan dan fitur translate semakin dirasakan manfaatnya dalam pembelajaran di sekolah dasar seiring berkembangnya sumber belajar digital dari berbagai negara. Guru tidak lagi terbatas pada buku teks lokal, tetapi dapat mengakses beragam referensi internasional yang relevan dengan kurikulum, seperti modul literasi awal, cerita anak multikultural, bahan ajar tematik, hingga contoh praktik pembelajaran inovatif. Akses ini memperkaya wawasan guru sekaligus membuka peluang untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih variatif dan menarik bagi siswa.
Materi pembelajaran hasil terjemahan tersebut kemudian melalui proses penyesuaian agar sesuai dengan konteks lokal dan karakteristik peserta didik sekolah dasar. Guru menyederhanakan bahasa, memilih kosakata yang mudah dipahami, serta mengaitkan materi dengan pengalaman sehari-hari siswa. Selain itu, nilai-nilai budaya dan norma yang berlaku di lingkungan sekitar tetap diperhatikan agar materi pembelajaran tetap relevan dan selaras dengan konteks sosial siswa.
Penyesuaian ini membuat siswa dapat memahami materi pembelajaran dengan lebih baik tanpa terbebani oleh hambatan bahasa. Anak-anak tidak perlu berjuang memahami istilah asing yang rumit, sehingga perhatian mereka dapat difokuskan pada isi dan konsep pembelajaran. Dengan demikian, proses belajar menjadi lebih efektif dan bermakna, karena siswa dapat menyerap pengetahuan secara optimal sesuai dengan tahap perkembangan kognitif mereka.
Pendekatan pembelajaran berbasis teknologi terjemahan juga berkontribusi pada peningkatan rasa percaya diri siswa. Ketika materi disajikan dalam bahasa yang familiar dan mudah dipahami, siswa menjadi lebih berani untuk bertanya, berdiskusi, dan mengemukakan pendapat. Hal ini menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan partisipatif, yang sangat penting dalam pembelajaran di jenjang sekolah dasar.
Pemanfaatan teknologi terjemahan ini sejalan dengan tujuan SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, yang menekankan pentingnya pemerataan akses belajar bagi semua anak. Teknologi membantu sekolah yang memiliki keterbatasan sumber daya, baik dari segi buku ajar maupun media pembelajaran, untuk tetap menyediakan materi yang kaya, mutakhir, dan bermutu. Dengan demikian, kesenjangan kualitas pendidikan antarsekolah dapat dikurangi secara bertahap.
Ke depan, penggunaan translate di sekolah dasar perlu dibarengi dengan pendampingan guru yang berkelanjutan. Guru memiliki peran penting dalam memastikan bahwa siswa tidak hanya memahami arti kata secara harfiah, tetapi juga mampu menangkap makna dan konteks pembelajaran secara utuh. Dengan pendampingan yang tepat, teknologi terjemahan dapat menjadi alat pendukung yang efektif dalam meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan dasar.
###
Penulis: Nabila Mutiara Febriyanti