Terjemahan sebagai Penguat Literasi Bahasa Anak Sekolah Dasar
Terjemahan dapat
membantu anak memahami makna kata dari bahasa lain secara lebih mendalam. Siswa
dapat membandingkan struktur bahasa Indonesia dengan bahasa asing melalui
kegiatan sederhana. Guru dapat memberikan cerita pendek dalam dua bahasa untuk
dikenali siswa. Kegiatan ini memperkuat pemahaman anak terhadap perbedaan
kosakata. Dengan cara itu, siswa lebih mudah menerima keberagaman bahasa.
Terjemahan juga
meningkatkan kecermatan anak saat membaca. Mereka belajar bahwa satu kata dapat
memiliki beberapa makna tergantung konteks. Guru dapat mengajak anak
mendiskusikan arti kata sebelum dan setelah diterjemahkan. Latihan ini membantu
meningkatkan kepekaan bahasa. Anak pun belajar berpikir lebih teliti.
Kegiatan
terjemahan dapat diintegrasikan dengan mata pelajaran lain. Dalam pelajaran
IPA, siswa dapat menerjemahkan istilah ilmiah sederhana. Dalam IPS, mereka bisa
menerjemahkan nama tempat atau budaya dari negara lain. Integrasi ini membuat
pembelajaran lebih kaya. Siswa merasakan bahwa bahasa memiliki hubungan dengan
banyak bidang.
Terjemahan juga
dapat memperluas wawasan budaya anak. Ketika membaca teks dari negara lain,
siswa mengenal kebiasaan dan gaya hidup yang berbeda. Guru dapat membantu anak
memahami pesan moral dari cerita asing. Dengan demikian, terjemahan mendorong
toleransi dan apresiasi budaya. Hal ini sangat penting untuk membangun karakter
global.
Sebagai bagian
dari literasi modern, terjemahan membantu anak menguasai dua dunia bahasa
sekaligus. Kegiatan ini menyiapkan mereka menjadi pembelajar adaptif di era
global. Anak dapat memahami informasi lintas negara dengan lebih mandiri.
Ketika kemampuan terjemah diperkuat sejak kecil, perkembangan bahasa mereka
semakin matang. Ini menunjukkan bahwa terjemahan adalah investasi penting dalam
pendidikan dasar.
Penulis : Nia Ayu
Anggraeni
Sumber :
Google.images