Translate: Dari Rasa Penasaran Jadi Pembelajaran
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Rasa penasaran
merupakan salah satu dorongan alami anak untuk belajar. Ketika seorang anak
merasa ingin tahu tentang sesuatu, hal itu menjadi motivasi awal yang kuat
untuk mencari jawaban. Di sekolah dasar, guru dapat memanfaatkan rasa penasaran
ini sebagai pintu gerbang pembelajaran. Misalnya, ketika siswa melihat fenomena
alam sederhana, seperti pelangi setelah hujan, mereka terdorong untuk
menanyakan mengapa hal itu terjadi. Rasa ingin tahu ini menjadi bahan dasar
bagi pengalaman belajar yang lebih bermakna dan menyenangkan.
Rasa penasaran yang muncul tidak
hanya terbatas pada pertanyaan sederhana. Anak-anak cenderung mengeksplorasi
lebih jauh dengan melakukan percobaan atau observasi sendiri. Guru dapat
mengarahkan kegiatan ini melalui proyek atau kegiatan berbasis penemuan,
sehingga siswa belajar sambil melakukan. Misalnya, mereka bisa menanam biji
tanaman untuk memahami proses pertumbuhan. Dengan demikian, pembelajaran
menjadi aktif, bukan hanya sekadar mendengar atau membaca materi di buku.
Selain itu, rasa penasaran mendorong
kreativitas dan berpikir kritis. Ketika anak diajak untuk menemukan jawaban
sendiri, mereka belajar menganalisis, membandingkan, dan menyimpulkan
informasi. Kegiatan ini melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi yang penting
untuk kehidupan sehari-hari. Misalnya, anak yang penasaran dengan cara burung
membangun sarang akan mencoba meniru atau membuat versi mereka sendiri,
sehingga keterampilan problem solving mereka berkembang secara alami.
Guru berperan penting dalam mengubah
rasa penasaran menjadi pembelajaran. Mereka harus mampu memberikan pertanyaan
pemicu, bimbingan, dan sumber belajar yang sesuai dengan tingkat kemampuan
anak. Pendekatan ini membuat proses belajar lebih personal dan relevan dengan
pengalaman anak sehari-hari. Dengan bimbingan yang tepat, rasa ingin tahu tidak
hanya memuaskan keinginan sesaat, tetapi juga menumbuhkan kebiasaan belajar
seumur hidup.
Akhirnya, dari rasa penasaran,
anak-anak belajar lebih dari sekadar fakta. Mereka belajar bagaimana belajar,
mengembangkan kemampuan berpikir, dan membangun rasa percaya diri dalam mencari
jawaban. Proses ini menciptakan pengalaman pembelajaran yang menyenangkan dan
bermakna, yang akan membekali mereka sepanjang perjalanan pendidikan. Dengan
memanfaatkan rasa ingin tahu secara tepat, pembelajaran menjadi lebih hidup,
efektif, dan membekas di benak anak.
###
Penulis: Sabila Widyawati