Translate sebagai Pendukung Pembelajaran Digital bagi Siswa Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —
Penggunaan aplikasi translate menjadi salah satu bentuk dukungan nyata terhadap
pembelajaran digital di sekolah dasar. Aplikasi ini memungkinkan siswa memahami
berbagai teks asing yang mereka temui dalam pembelajaran tematik maupun
kegiatan daring. Anak tidak lagi merasa bingung ketika menemukan kosakata baru
karena bantuan terjemahan dapat diperoleh dengan cepat. Proses belajar menjadi
lebih lancar dan menyenangkan bagi siswa yang masih dalam tahap awal mengenal
bahasa lain. Guru pun lebih mudah mengarahkan anak untuk memahami isi bacaan
secara menyeluruh. Dengan demikian, translate berperan sebagai alat bantu yang
melengkapi proses belajar digital.
Di
era digital, banyak sumber belajar berasal dari internet yang sering
menggunakan bahasa asing. Aplikasi translate membantu siswa mengakses informasi
tersebut tanpa hambatan bahasa. Mereka dapat menerjemahkan kalimat pendek,
instruksi sederhana, atau istilah ilmiah dengan akurasi yang cukup baik.
Kebiasaan ini membuat mereka lebih terbiasa menghadapi variasi bahasa dalam
pembelajaran. Anak juga menjadi lebih percaya diri dalam membaca sumber belajar
modern. Kepercayaan diri ini menjadi modal penting bagi perkembangan literasi
digital mereka.
Translate
tidak hanya membantu siswa memahami arti kata, tetapi juga meningkatkan
ketelitian dalam membaca. Anak belajar mencocokkan hasil terjemahan dengan
konteks kalimat yang sedang mereka pelajari. Proses ini melatih kemampuan
berpikir kritis dan analitis sejak dini. Mereka juga mulai menyadari bahwa
bahasa memiliki struktur yang berbeda. Pengetahuan sederhana ini membantu anak
memahami pola bahasa secara lebih luas. Akhirnya, kemampuan literasi mereka
berkembang secara bertahap dan konsisten.
Guru
dapat mengintegrasikan penggunaan translate dalam beberapa aktivitas kelas yang
sederhana. Misalnya, siswa diminta menemukan empat kata asing dari bacaan
tematik kemudian menerjemahkannya bersama-sama. Aktivitas ini meningkatkan
keaktifan siswa karena mereka terlibat dalam kegiatan eksplorasi. Guru dapat
memberikan umpan balik langsung sehingga anak memahami terjemahan yang tepat.
Kegiatan ini juga menumbuhkan rasa ingin tahu yang lebih kuat. Pembelajaran pun
terasa ringan namun memiliki dampak positif.
Translate
juga dapat dimanfaatkan untuk membantu siswa memahami tulisan pada video
pembelajaran. Ketika menemukan subtitle asing, anak dapat menerjemahkan
sebagian kata agar pesan video lebih cepat dipahami. Kebiasaan ini meningkatkan
pemahaman konten sekaligus melatih kemandirian anak. Mereka tidak lagi
bergantung sepenuhnya pada penjelasan guru. Dengan teknologi sederhana, siswa
memiliki kesempatan untuk belajar secara mandiri dengan tetap terarah. Proses
ini mendukung pembelajaran digital yang adaptif dan fleksibel.
Secara
keseluruhan, aplikasi translate memberikan kontribusi penting dalam
pembelajaran digital di sekolah dasar. Dengan bantuan teknologi, siswa dapat
memahami sumber belajar yang lebih luas dan bervariasi. Mereka juga memperoleh
kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa secara mandiri. Guru
mendapatkan dukungan dalam menyederhanakan materi yang mengandung unsur asing.
Pembiasaan penggunaan translate membantu mempersiapkan siswa menghadapi era
globalisasi. Dengan demikian, aplikasi ini layak dijadikan alat pendukung
pembelajaran yang efektif.
Penulis:
Della Octavia C. L