WA Web untuk Konseling dan Kesehatan Mental: Mendukung Kehidupan Sehat dan Sejahtera
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Kesehatan mental anak usia sekolah dasar semakin menjadi perhatian dalam dunia pendidikan modern, terutama karena meningkatnya kasus perundungan, kecemasan akademik, dan kesulitan penyesuaian diri pada anak. Hal ini sejalan dengan SDGs tujuan ke-3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, yang menekankan bahwa kesejahteraan mental adalah bagian penting dari pertumbuhan yang optimal. Dalam konteks sekolah dasar, penggunaan WhatsApp Web atau WA Web telah membuka peluang baru bagi guru untuk menjalin komunikasi yang lebih dekat, nyaman, dan aman dengan siswa serta orang tua.
Banyak siswa SD yang kesulitan menyampaikan perasaannya secara langsung. Mereka mungkin merasa malu, takut dimarahi, atau tidak tahu cara mengungkapkan masalah yang sedang mereka hadapi. Dengan adanya WA Web, guru dapat menyediakan ruang percakapan pribadi yang lebih tidak mengintimidasi bagi anak-anak. Guru dapat merespons pesan yang masuk dengan lebih cepat karena tampilan WA Web di komputer memungkinkan pengelolaan pesan yang lebih rapi. Dokumentasi percakapan yang tersimpan juga memudahkan guru dalam memantau perkembangan emosional siswa secara berkelanjutan.
Tidak hanya antara guru dan siswa, WA Web menjadi sarana efektif untuk membangun sinergi antara sekolah dan keluarga. Guru dapat membagikan edukasi mengenai kesehatan mental anak, seperti pentingnya istirahat cukup, manajemen emosi, hingga cara orang tua mendampingi anak yang sedang stres. Informasi ini dapat disampaikan melalui infografis, tautan artikel edukatif, atau video pendek yang mudah dipahami. Dengan demikian, orang tua tidak hanya menerima informasi akademik, tetapi juga pengetahuan penting tentang tumbuh kembang psikologis anak.
Selain itu, WA Web mempermudah komunikasi cepat dalam situasi darurat. Jika ada siswa yang menunjukkan perubahan perilaku signifikan, mengalami kecemasan, atau membutuhkan penanganan khusus, orang tua dapat segera menghubungi guru, begitu pula sebaliknya. Koordinasi yang cepat memungkinkan sekolah mengambil langkah tepat, baik berupa konseling, pendampingan, maupun rujukan ke tenaga profesional. Respons yang cepat terbukti mampu mencegah masalah psikologis berkembang menjadi lebih serius.
Dengan pemanfaatan WA Web yang bijak, sekolah dapat menciptakan lingkungan yang lebih peduli, suportif, dan sensitif terhadap kebutuhan emosional siswa. Teknologi yang sederhana ini mampu memperkuat hubungan antara siswa, guru, dan orang tua, sehingga tercipta ekosistem belajar yang sehat. Upaya memperhatikan kesejahteraan mental anak sejak dini menjadi fondasi penting bagi terwujudnya generasi yang bahagia, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan hidup di masa depan.
###
Penulis: Maulidia Evi Aprilia