WhatsApp sebagai Media Komunikasi Edukatif di Sekolah Dasar
WhatsApp (WA) adalah aplikasi komunikasi paling
populer di Indonesia, termasuk dalam konteks pendidikan. Di sekolah dasar, WA
sering digunakan sebagai media penghubung antara guru, orang tua, dan sekolah.
Meski bukan aplikasi pembelajaran resmi, potensi WhatsApp dalam menunjang
kegiatan belajar cukup besar jika digunakan dengan bijak dan terarah.
Dalam komunikasi guru–orang tua, WhatsApp
memudahkan penyampaian informasi seperti jadwal kegiatan, pengumuman sekolah,
tugas rumah, atau dokumentasi pembelajaran. Guru tidak perlu mencetak banyak
kertas, sementara orang tua dapat memantau informasi secara cepat dan akurat.
Hal ini menjadi sangat membantu terutama bagi orang tua yang sibuk bekerja.
Namun, WhatsApp juga dapat dimanfaatkan sebagai
sarana belajar tidak langsung. Guru dapat mengirimkan gambar, audio, atau video
pendek tentang materi pelajaran. Misalnya, mengirim rekaman pelafalan kosakata
Bahasa Inggris, contoh membaca puisi, atau video singkat eksperimen sains.
Media sederhana seperti ini dapat membantu siswa belajar di rumah dengan
pendampingan orang tua.
WA juga mendukung pembelajaran diferensiasi. Guru
dapat mengirimkan instruksi yang berbeda untuk siswa yang membutuhkan pengayaan
atau remedial. Dengan demikian, komunikasi pembelajaran tetap berjalan meski
siswa sedang tidak berada di sekolah.
Tantangan muncul ketika grup WA menjadi terlalu
ramai, penuh pesan tidak relevan, atau orang tua mengirimkan pertanyaan di luar
jam kerja guru. Untuk itu, sekolah perlu membuat etika komunikasi yang jelas,
seperti waktu bertanya, jenis informasi yang boleh dibagikan, dan batasan
interaksi.
Selain itu, guru harus berhati-hati agar tidak
memberi beban tugas berlebihan melalui WA. Pembelajaran tetap harus dilakukan
di kelas, bukan dipindahkan sepenuhnya ke grup orang tua. WA sebaiknya
digunakan sebagai pendukung, bukan pusat pembelajaran.
Dengan pengelolaan yang baik, WhatsApp dapat
menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara sekolah dan rumah, mendukung
pembelajaran siswa secara lebih komprehensif.
Penulis: Windha Ana Sevia