WhatsApp Web dan Google Translate untuk Komunikasi Inklusif Sekolah di Masa Darurat
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Sekolah Dasar kini mengandalkan WhatsApp Web sebagai saluran komunikasi darurat utama, yang diperkuat dengan Google Translate untuk memastikan pesan sampai ke semua orang tua, termasuk yang berbahasa asing. Saat terjadi insiden mendadak, staf menggunakan WhatsApp Web di komputer untuk mengirim pengumuman, dan Google Translate digunakan untuk membuat versi multibahasa dari pesan tersebut.
Komunikasi darurat, yang meliputi instruksi evakuasi atau permintaan penjemputan segera, harus cepat dan tidak boleh terhambat oleh perbedaan bahasa. Google Translate yang diintegrasikan dengan WhatsApp Web memotong waktu penerjemahan manual. Kesiapsiagaan ini mendukung lingkungan belajar yang aman (SDG 4).
Guru mengirimkan template pesan darurat yang sudah diterjemahkan sebelumnya oleh Google Translate dan diverifikasi keakuratannya. Sekolah memiliki daftar bahasa target berdasarkan demografi siswa mereka. Efisiensi WhatsApp Web dan ketepatan terjemahan sangat penting di masa krisis.
Penggunaan Google Translate secara inklusif ini menunjukkan komitmen sekolah terhadap prinsip ‘Leave No One Behind’, bahkan dalam situasi darurat. Setiap orang tua berhak menerima informasi vital mengenai keselamatan anak mereka dalam bahasa yang mereka pahami.
Inisiatif ini telah meningkatkan kepercayaan orang tua asing terhadap sistem keamanan sekolah. Sekolah berencana mengadakan simulasi komunikasi darurat menggunakan WhatsApp Web dan Google Translate untuk memastikan kelancaran prosedur di masa depan.
###
Penulis: Anisa Rahmawati