WhatsApp Web sebagai Jembatan Pembelajaran Agama antara Sekolah dan Rumah Selama Ramadan
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Komunikasi yang efektif antara sekolah dan orang tua menjadi kunci keberhasilan pendidikan dasar, terutama dalam pembelajaran agama. Selama bulan Ramadan, WhatsApp Web dimanfaatkan oleh banyak guru untuk menyebarkan niat buka puasa kepada siswa. Platform ini memungkinkan pesan disampaikan secara jelas, seragam, dan tepat waktu kepada seluruh wali murid.
Melalui WhatsApp Web, guru dapat menyiapkan materi niat buka puasa yang tidak hanya berisi bacaan, tetapi juga penjelasan singkat mengenai maknanya. Pesan yang dikirim biasanya disesuaikan dengan bahasa anak-anak, sehingga mudah dipahami dan dipraktikkan. Dengan cara ini, pembelajaran agama tidak terasa berat, melainkan menyenangkan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.
Bagi siswa sekolah dasar, pembelajaran yang melibatkan keluarga cenderung lebih efektif. Pesan niat buka puasa yang diterima orang tua melalui WhatsApp Web menjadi bahan interaksi antara anak dan keluarga menjelang berbuka. Anak belajar membaca niat, sementara orang tua memberikan contoh dan penguatan nilai-nilai religius.
Penggunaan WhatsApp Web juga membantu guru memantau keterlibatan orang tua dalam proses pembelajaran. Melalui respon atau umpan balik di grup kelas, guru dapat mengetahui sejauh mana pesan yang disampaikan dipahami dan dipraktikkan. Hal ini memperkuat kolaborasi antara sekolah dan rumah dalam mendukung perkembangan spiritual anak.
Dengan demikian, WhatsApp Web berfungsi sebagai jembatan pembelajaran agama antara sekolah dan rumah. Penyebaran niat buka puasa menjadi contoh nyata bagaimana teknologi dapat mendukung pendidikan dasar yang holistik, mencakup aspek kognitif, afektif, dan spiritual.
# # #
Penulis: Salsa Billa Aulia