Wisata Virtual Lewat YouTube: Menumbuhkan Cinta pada Ekosistem Daratan
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Upaya menjaga kelestarian ekosistem darat merupakan fokus utama SDGs tujuan ke-15. Bagi siswa sekolah dasar yang mayoritas belum memiliki kesempatan mengeksplorasi alam secara langsung, YouTube hadir sebagai media pembelajaran visual yang efektif untuk membawa pengalaman alam ke dalam ruang kelas. Melalui wisata virtual ini, guru dapat mengenalkan siswa pada keanekaragaman hayati, kondisi alam, serta tantangan ekologis yang terjadi di berbagai belahan dunia.
Guru dapat memulai pembelajaran dengan memilih video dokumenter yang menampilkan hutan hujan tropis, padang rumput, pegunungan, atau satwa langka. Visual yang nyata dan narasi yang menarik dari video dapat membangun rasa penasaran siswa serta membuat mereka lebih mudah memahami keterkaitan antar makhluk hidup dalam ekosistem. Pengalaman ini membuat konsep ekologi yang biasanya kompleks menjadi lebih mudah dipahami oleh anak-anak.
Setelah menonton, guru dapat memfasilitasi refleksi atau diskusi tentang isu yang muncul dalam video, seperti deforestasi, kebakaran hutan, atau ancaman kepunahan hewan. Siswa diajak untuk menganalisis bagaimana tindakan manusia dapat merusak habitat dan mengganggu keseimbangan alam. Diskusi ini menanamkan kesadaran bahwa perlindungan lingkungan bukan hanya tugas para ilmuwan, tetapi tanggung jawab setiap individu, termasuk siswa sekolah dasar.
Selain itu, YouTube menyediakan berbagai tutorial praktis tentang kegiatan ramah lingkungan seperti membuat kompos, menanam tanaman hias, atau mendaur ulang barang bekas. Guru dapat menjadikan ini sebagai proyek kelas yang seru dan bermakna. Dengan mempraktikkan tutorial tersebut, siswa tidak hanya menjadi penonton pasif, tetapi juga pelaku aktif dalam upaya menjaga lingkungan. Kegiatan ini mengembangkan rasa peduli, kreativitas, serta kemampuan bekerja sama dalam kelompok.
Dengan memanfaatkan YouTube sebagai media wisata virtual, sekolah dapat memperluas cakrawala pengalaman siswa tanpa batas geografis. Pembelajaran menjadi lebih hidup, menyenangkan, dan relevan dengan kondisi dunia saat ini. Selain memperkaya wawasan akademis, metode ini turut membentuk karakter siswa agar memiliki kecintaan yang mendalam terhadap alam dan kesadaran untuk menjaganya. Langkah ini penting untuk mencetak generasi yang mampu berperan aktif dalam menjaga keberlanjutan ekosistem daratan.
###
Penulis: Maulidia Evi Aprilia