YouTube dan Kecerdasan Interpersonal yang Melemah: Anak Lebih Memilih Layar daripada Teman Sebaya
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Kecerdasan interpersonal berkembang melalui interaksi sosial yang nyata bermain, berdiskusi, dan bekerja sama. Pada usia sekolah dasar, pengalaman ini membentuk kemampuan memahami emosi orang lain, mengambil peran sosial, dan mengelola konflik. Namun, meningkatnya konsumsi YouTube membuat anak lebih memilih interaksi satu arah dengan layar. Mereka terhibur, tetapi tidak berlatih memahami dinamika manusia. Ini menimbulkan tantangan besar bagi perkembangan kecerdasan interpersonal.
YouTube menawarkan rangsangan visual kuat yang membuat anak lupa waktu, suatu kondisi yang disebut attentional capture. Kondisi ini mengurangi waktu mereka berinteraksi dengan teman sebaya. Padahal, kecerdasan interpersonal berkembang melalui reciprocal communication, komunikasi yang melibatkan respons langsung dari orang lain. Ketika interaksi ini berkurang, kemampuan memahami isyarat sosial ikut menurun. Anak menjadi canggung dalam situasi kelompok.
Di sekolah, guru mulai menyadari bahwa beberapa anak kesulitan bekerja sama dalam kelompok kecil. Mereka kurang mampu mendengarkan pendapat teman dan memilih menarik diri ketika terjadi perbedaan pendapat. Fenomena ini mengindikasikan berkurangnya social resilience, yaitu kemampuan bertahan dalam dinamika sosial. Jika dibiarkan, hal ini dapat menghambat perkembangan empati dan kolaborasi. Dua keterampilan ini sangat penting dalam lingkungan pembelajaran abad ke-21.
Untuk mengatasi hambatan ini, guru dapat memanfaatkan YouTube secara pedagogis, misalnya sebagai pemantik diskusi kelompok. Anak menonton video tertentu kemudian diminta berdiskusi, berpendapat, atau menyusun respons bersama. Strategi ini melatih interaksi interpersonal sambil tetap memanfaatkan teknologi yang disukai anak. Orang tua juga dapat membuat aturan menonton yang memberi ruang untuk bermain sosial setelah waktu layar berakhir. Dengan begitu, keseimbangan tetap terjaga.
YouTube bukanlah penyebab utama melemahnya kecerdasan interpersonal, tetapi pola penggunaannya perlu diarahkan. Jika dibimbing dengan baik, platform ini justru dapat menjadi jembatan untuk memperkuat interaksi sosial melalui kegiatan berbasis diskusi dan kolaborasi. Pada akhirnya, tujuan utamanya adalah memastikan anak tumbuh sebagai individu yang tidak hanya cerdas secara digital, tetapi juga cakap secara sosial dan emosional. Keseimbangan inilah yang akan membawa mereka berkembang optimal.
###
Penulis: Arumita Wulan Sari