YouTube Dipakai sebagai Media Interaktif Belajar Bahasa dan Budaya di SD
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Guru memanfaatkan YouTube sebagai sarana pendukung pembelajaran bahasa asing. Melalui berbagai video edukatif, siswa tidak hanya mengenal kosakata baru, tetapi juga diperkenalkan pada keragaman budaya dari berbagai negara. Penggunaan media digital ini menjadi bagian dari upaya mendukung SDGs nomor 4 mengenai Pendidikan Bermutu, khususnya dalam meningkatkan kemampuan literasi digital dan global siswa.
Pada awal pembelajaran, guru menayangkan video yang berisi salam dalam berbagai bahasa dunia. Siswa diminta menirukan pengucapan secara serempak sambil menyebutkan nama negara asal bahasa tersebut. Aktivitas ini membuat suasana kelas lebih hidup dan interaktif, karena siswa dapat langsung merasakan variasi bunyi dan intonasi dari setiap bahasa yang ditampilkan.
Berikutnya, guru meminta siswa mencatat lima kosakata baru yang mereka temukan dari video. Setelah mencatat, siswa menggunakan aplikasi digital untuk memeriksa terjemahan, arti yang lebih tepat, serta contoh penggunaannya dalam kalimat. Kegiatan ini membantu siswa memahami bahwa kosakata tidak dapat dipelajari secara terpisah dari konteksnya, melainkan harus dipahami melalui contoh penggunaan yang relevan.
Kegiatan kelompok dilakukan dengan menugaskan siswa membuat ringkasan singkat dari video yang telah ditonton. Setiap kelompok mempresentasikan ringkasan tersebut di depan kelas sambil menjelaskan aspek budaya yang mereka pelajari, seperti kebiasaan memberi salam, ekspresi sopan santun, atau variasi dialek. Presentasi ini melatih kemampuan berbicara sekaligus memperkaya pemahaman lintas budaya.
Pada sesi refleksi, siswa menyampaikan bahwa YouTube membantu mereka memahami bahasa asing secara lebih nyata karena dapat melihat langsung ekspresi, situasi, dan budaya yang melatarbelakangi penggunaan bahasa. Guru menegaskan bahwa meskipun YouTube menyediakan banyak sumber belajar, siswa perlu memiliki literasi kritis agar mampu memilih konten yang akurat dan bermanfaat. Hal ini penting agar penggunaan platform digital benar-benar mendukung proses belajar secara aman dan bertanggung jawab.
###
Penulis: Anisa Rahmawati
Gambar: Pinterest