YouTube Membantu Siswa SD Belajar Seni dan Musik
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya—Pembelajaran seni dan musik sering kali membutuhkan contoh visual dan audio agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Jika hanya dijelaskan secara lisan atau melalui buku, banyak siswa kesulitan membayangkan teknik menggambar, irama lagu, atau gerakan tari. YouTube hadir sebagai media pembelajaran yang menyediakan berbagai video tutorial seni dan musik, seperti menggambar, melukis, bernyanyi, menari, hingga bermain alat musik sederhana. Media ini membuat proses belajar terasa lebih hidup dan menyenangkan. Pemanfaatan YouTube sejalan dengan SDGs poin 4, karena mendukung pendidikan berkualitas yang inklusif dan kreatif.
Melalui video seni dan musik, siswa dapat mengikuti langkah demi langkah secara langsung. Mereka bisa melihat cara memegang alat gambar, mencampur warna, atau mengikuti nada dan irama lagu dengan lebih jelas. Visual dan audio yang ditampilkan membantu siswa memahami materi tanpa merasa tertekan. Hal ini sangat membantu siswa dengan gaya belajar visual dan auditori, sehingga pembelajaran menjadi lebih ramah bagi semua anak.
YouTube juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya masing-masing. Jika belum paham, siswa dapat mengulang video hingga benar-benar mengerti. Proses ini melatih kesabaran, kemandirian, dan rasa percaya diri siswa dalam belajar. Anak-anak menjadi lebih berani mengekspresikan diri melalui gambar, lagu, atau gerakan tanpa takut salah.
Peran guru tetap penting dalam pemanfaatan YouTube untuk pembelajaran seni dan musik. Guru perlu memilih video yang sesuai usia, aman, dan relevan dengan tujuan pembelajaran. Selain itu, guru dapat mengaitkan video dengan aktivitas praktik di kelas, seperti pameran karya seni, pertunjukan musik sederhana, atau diskusi tentang perasaan dan pesan yang disampaikan melalui karya seni.
Dengan memanfaatkan YouTube, pembelajaran seni dan musik di SD menjadi lebih interaktif, kreatif, dan bermakna. Siswa tidak hanya belajar teknik, tetapi juga belajar menghargai karya, mengekspresikan emosi, dan bekerja sama dengan teman. Hal ini mendukung perkembangan karakter, kreativitas, dan kecerdasan emosional siswa, sesuai dengan tujuan SDGs poin 4 tentang pendidikan berkualitas untuk semua.
###
Penulis: Nadya Ulya Octavianisa