AKU, KAMU, KITA PUNYA HAK YANG SAMA
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Setiap anak di dunia ini, tanpa memandang perbedaan warna kulit,
agama, tempat tinggal, atau status sosial, memiliki hak yang sama sebagai manusia.
Inilah yang disebut dengan Hak Asasi Manusia (HAM). Di sekolah dasar,
pengenalan HAM bisa dimulai dari hal-hal sederhana seperti hak untuk belajar,
bermain, menyampaikan pendapat, dan merasa aman. Memperkenalkan HAM sejak dini
berarti mengajarkan anak bahwa mereka berharga dan memiliki hak yang harus
dihormati, sekaligus mengenalkan bahwa setiap orang di sekitarnya pun memiliki
hak yang sama.
Namun,
mengajarkan konsep HAM tidak cukup hanya melalui teori. Tantangannya terletak
pada bagaimana guru dan orang dewasa bisa memberi contoh nyata dalam kehidupan
sehari-hari. Misalnya, membiasakan antri dengan tertib, mendengarkan teman
berbicara tanpa memotong, atau tidak membeda-bedakan teman karena latar
belakang mereka. Strategi seperti bermain peran, berdiskusi tentang cerita, dan
membuat kesepakatan kelas bisa menjadi cara efektif untuk menginternalisasi
nilai-nilai HAM dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami anak.
Dengan
menanamkan nilai-nilai HAM sejak di bangku sekolah dasar, kita sedang membentuk
generasi yang sadar akan pentingnya menghargai diri sendiri dan orang lain.
Anak-anak akan tumbuh dengan sikap toleran, adil, dan bertanggung jawab sebagai
warga negara. Karena pada akhirnya, dunia yang damai dan setara dimulai dari
pengenalan sederhana: bahwa aku, kamu, dan kita semua punya hak yang sama.
###
Penulis: Sevian
Dokumentasi:
Freepik