Canva Mempermudah Penyusunan Modul Ajar Digital di Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan dalam cara guru menyusun dan menyajikan bahan ajar, termasuk modul pembelajaran di sekolah dasar. Modul ajar yang sebelumnya berbentuk cetak kini mulai beralih ke format digital agar lebih fleksibel dan mudah diakses. Dalam konteks ini, Canva hadir sebagai platform desain digital yang memudahkan guru dalam menyusun modul ajar yang menarik, sistematis, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar. Pemanfaatan Canva ini mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yaitu menjamin terselenggaranya pendidikan yang berkualitas dan inklusif.
Canva memungkinkan guru menyusun modul ajar digital dengan tampilan visual yang lebih menarik melalui berbagai pilihan template, ikon, ilustrasi, dan kombinasi warna. Modul ajar yang disajikan secara visual tidak hanya memperindah tampilan, tetapi juga membantu siswa memahami materi dengan lebih mudah. Tampilan yang rapi dan terstruktur membantu siswa memusatkan perhatian pada isi pembelajaran, sehingga proses belajar menjadi lebih efektif. Upaya ini sejalan dengan SDGs 4 yang menekankan peningkatan kualitas pembelajaran melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi pendidikan.
Selain menarik secara visual, modul ajar yang dibuat menggunakan Canva juga memudahkan penyajian materi secara bertahap dan kontekstual. Guru dapat menyusun tujuan pembelajaran, materi inti, latihan soal, serta refleksi belajar dalam satu modul yang utuh. Penyajian yang sistematis ini membantu siswa memahami alur pembelajaran dengan lebih jelas dan tidak merasa terbebani oleh materi yang terlalu padat. Dengan demikian, Canva berperan dalam menciptakan pengalaman belajar yang ramah anak dan mendukung prinsip pendidikan yang berpusat pada peserta didik sebagaimana dicanangkan dalam SDGs poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas.
Penggunaan Canva dalam penyusunan modul ajar juga berdampak positif terhadap motivasi belajar siswa. Modul digital yang penuh warna, gambar, dan ilustrasi membuat siswa lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran. Ketertarikan visual ini mendorong siswa untuk membaca materi dengan lebih seksama dan aktif terlibat dalam kegiatan belajar. Peningkatan motivasi belajar ini merupakan salah satu indikator keberhasilan pembelajaran yang berkualitas dan inklusif sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan di bidang pendidikan.
Dengan demikian, pemanfaatan Canva sebagai alat bantu penyusunan modul ajar digital di sekolah dasar merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Canva tidak hanya mempermudah guru dalam menyusun bahan ajar, tetapi juga membantu siswa memahami materi dengan lebih baik dan menyenangkan. Inovasi ini menunjukkan bahwa penggunaan teknologi sederhana namun tepat guna dapat berkontribusi nyata dalam mewujudkan pendidikan yang efektif, inklusif, dan berkelanjutan sesuai dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada tujuan pendidikan berkualitas.
###
Penulis: Nadya Ulya Octavianisa