Canva Mengubah Cara Siswa Membuat Presentasi dan Karya Visual
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Canva telah merevolusi cara siswa Indonesia membuat tugas-tugas visual seperti presentasi, poster, dan infografis dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dulu siswa harus menguasai software desain profesional yang rumit seperti Adobe Photoshop atau Illustrator yang membutuhkan pembelajaran khusus, atau membuat karya manual dengan spidol, kertas karton, dan gunting yang memakan waktu berjam-jam. Banyak siswa merasa frustasi karena memiliki ide kreatif namun tidak memiliki kemampuan teknis untuk mewujudkannya. Keterbatasan ini sering membuat tugas-tugas visual terlihat alakadarnya dan tidak menarik. Namun kini dengan Canva, siswa dapat membuat desain yang menarik dan profesional hanya dengan drag and drop, memilih dari ribuan template yang sudah tersedia, dan menyesuaikannya dengan kebutuhan mereka.
Platform ini sangat populer di kalangan siswa SMA dan mahasiswa yang harus membuat presentasi untuk tugas kelompok atau projek akhir, memberikan mereka akses ke alat desain yang sebelumnya hanya bisa digunakan oleh desainer profesional. Guru-guru pun mulai memanfaatkan Canva untuk membuat materi ajar yang lebih menarik secara visual, mengubah slide PowerPoint yang membosankan menjadi konten yang lebih engaging dengan ilustrasi, ikon, dan tata letak yang lebih dinamis. Beberapa sekolah bahkan mengadakan workshop Canva untuk guru dan siswa, menganggap kemampuan desain visual sebagai keterampilan penting di abad dua puluh satu. Siswa yang menggunakan Canva untuk presentasi kelompok mereka sering mendapat apresiasi lebih dari guru karena tampilan yang profesional dan mudah dipahami.
Kemudahan akses ke template-template siap pakai membuat standar estetika tugas siswa meningkat drastis, namun juga menimbulkan tantangan baru dalam pendidikan kreatifitas. Ada kekhawatiran bahwa terlalu banyak siswa menggunakan template yang sama sehingga karya mereka terlihat seragam dan kurang original. Beberapa guru mulai mendorong siswa untuk tidak hanya menggunakan template default tetapi memodifikasinya secara signifikan atau bahkan membuat desain dari nol menggunakan blank canvas. Mereka mengajarkan prinsip-prinsip desain dasar seperti komposisi, pemilihan warna, dan tipografi agar siswa tidak sekadar mengisi template tetapi benar-benar memahami mengapa desain tertentu lebih efektif daripada yang lain. Fenomena Canva dalam dunia pendidikan Indonesia menunjukkan bagaimana demokratisasi alat kreatif membuka peluang bagi semua orang untuk mengekspresikan ide mereka secara visual, sambil tetap mempertahankan pentingnya orisinalitas dan pemikiran kreatif. Penulis: Nisrina Betari Athillah Sumber : google.image