ChatGPT Membuka Cara Baru Guru SD Bercerita di Kelas
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Perkembangan teknologi
digital menghadirkan berbagai inovasi dalam dunia pendidikan, salah satunya
adalah penggunaan ChatGPT. Bagi guru Sekolah Dasar (SD), ChatGPT menjadi alat
bantu yang dapat membuka cara baru dalam bercerita di kelas. Melalui teknologi
ini, guru bisa menyiapkan cerita interaktif, menyesuaikan tingkat bahasa sesuai
usia siswa, dan menghadirkan alur cerita yang kreatif serta menarik. Hal ini
membuat pengalaman belajar menjadi lebih menyenangkan bagi anak-anak.
Salah satu keunggulan ChatGPT adalah
kemampuannya menghasilkan berbagai jenis cerita dengan cepat. Guru dapat
meminta ChatGPT membuat cerita fabel, dongeng, atau kisah petualangan sesuai
tema pembelajaran. Misalnya, saat mengajarkan nilai moral seperti kejujuran dan
kerja sama, guru bisa menggunakan cerita yang dibuat ChatGPT untuk menekankan
pesan-pesan tersebut. Dengan cara ini, proses bercerita tidak hanya menghibur,
tetapi juga sarat makna edukatif.
Selain itu, ChatGPT memungkinkan
guru untuk menyesuaikan cerita dengan karakteristik siswa. Guru bisa meminta
cerita yang pendek untuk siswa kelas rendah atau cerita lebih kompleks untuk
kelas atas. Tidak hanya itu, guru juga bisa menambahkan elemen interaktif,
seperti pertanyaan terkait cerita atau tantangan bagi siswa untuk memprediksi
alur cerita berikutnya. Pendekatan ini membantu meningkatkan kemampuan
mendengarkan, berpikir kritis, dan imajinasi anak.
Penggunaan ChatGPT juga memberikan
kemudahan bagi guru dalam menyiapkan materi. Tanpa harus menulis cerita dari
awal, guru cukup menyesuaikan tema dan karakter sesuai kebutuhan pembelajaran.
Hal ini tentu sangat membantu guru yang memiliki jadwal padat, sehingga mereka
tetap bisa menghadirkan pengalaman bercerita yang menyenangkan dan edukatif.
Selain itu, guru juga bisa mengeksplorasi berbagai genre cerita untuk membuat
kelas lebih variatif dan dinamis.
Dengan memanfaatkan ChatGPT, guru SD dapat menghadirkan inovasi dalam metode bercerita di kelas, menjadikan pembelajaran lebih menarik dan interaktif. Teknologi ini tidak menggantikan peran guru, tetapi justru mendukung kreativitas dan efektivitas pengajaran. Anak-anak pun bisa merasakan pengalaman belajar yang lebih hidup, sehingga kecintaan mereka terhadap membaca dan mendengarkan cerita semakin berkembang. Dengan demikian, ChatGPT menjadi alat yang membuka peluang baru bagi pendidikan di era digital.
###
Penulis: Sabila Widyawati