Creative Class with Canva: Transformasi Pembelajaran Visual di Sekolah Dasar untuk Mendukung SDGs
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Pemanfaatan Canva dalam pembelajaran sekolah dasar kini menjadi angin segar dalam dunia pendidikan, terutama dalam meningkatkan kreativitas dan literasi visual siswa. Guru tidak lagi hanya mengandalkan buku cetak atau gambar statis, tetapi mulai memanfaatkan desain digital untuk memperkaya proses belajar. Dengan tampilan yang ramah anak dan fitur yang mudah digunakan, Canva memungkinkan siswa berkreasi membuat poster, kartu ucapan, hingga infografis sederhana. Inovasi ini sejalan dengan semangat SDGs, khususnya Quality Education, yang mendorong pembelajaran kreatif dan inklusif. Di beberapa kelas, suasana belajar berubah menjadi lebih berwarna, penuh ide, dan sarat antusiasme.
Dalam praktiknya, guru mengajak siswa membuat desain sederhana yang berkaitan dengan materi pelajaran. Misalnya, pada tema lingkungan, siswa diminta membuat poster “Save Our Earth” menggunakan Canva dengan ikon-ikon lucu yang tersedia di platform tersebut. Anak-anak terlihat antusias memilih warna, mengatur teks, dan menambahkan ilustrasi sesuai kreativitas mereka. Guru memberikan bimbingan langkah demi langkah, tetapi tetap memberi ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi gaya desain mereka sendiri. Proses ini bukan hanya melatih keterampilan teknologi, tetapi juga membangun rasa percaya diri karena mereka dapat menciptakan karya yang unik dan personal.
Selain meningkatkan kreativitas, penggunaan Canva juga menjadi media penting dalam mengenalkan konsep SDGs kepada siswa sekolah dasar. Guru sering mengaitkan desain yang dibuat siswa dengan poin-poin SDGs seperti Climate Action, Life on Land, hingga Quality Education. Dengan pendekatan visual, siswa dapat memahami konsep global tersebut dengan lebih mudah dan menyenangkan. Misalnya, ketika belajar tentang pentingnya menjaga air bersih, siswa membuat poster “Clean Water for All” yang menampilkan ilustrasi biru cerah dan pesan singkat. Visualisasi ini membantu siswa memahami masalah global secara sederhana namun bermakna, sehingga mereka merasa lebih dekat dengan isu-isu dunia.
Dari sisi keterampilan abad 21, Canva membantu siswa mengembangkan kemampuan kolaborasi, berpikir kritis, hingga komunikasi visual. Dalam beberapa kegiatan, guru meminta siswa bekerja berkelompok untuk membuat infografis tentang tema tertentu, seperti keberagaman budaya atau pentingnya menjaga kesehatan. Siswa berdiskusi mengenai elemen apa saja yang harus ditampilkan, bagaimana tata letaknya, hingga warna apa yang paling tepat digunakan. Proses ini mengajarkan mereka untuk mengambil keputusan, menyampaikan pendapat, dan menghargai ide teman. Guru menilai Canva sebagai alat yang efektif untuk membangun soft skills dan literasi digital sejak dini.
Pada akhirnya, penggunaan Canva di sekolah dasar menjadikan pembelajaran lebih modern, interaktif, dan selaras dengan tuntutan zaman digital. Banyak siswa merasa bangga saat karya mereka ditampilkan di kelas atau dipajang di dinding sekolah. Beberapa bahkan mulai mencoba mendesain secara mandiri di rumah karena merasa kegiatan ini sangat menyenangkan. “Designing makes learning fun,” ujar salah seorang siswa dengan senyum lebar. Dengan kreativitas guru dan dukungan teknologi digital seperti Canva, sekolah dasar kini semakin siap membentuk generasi yang kreatif, inovatif, dan berwawasan global sesuai cita-cita besar SDGs.
###
Penulis: Nindiana Eva Rosa Amalia
Dokumentasi: Canva