Cuaca dan Aktivitas Kreatif Anak di Rumah
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Cuaca yang tidak menentu, seperti hujan lebat atau panas terik, sering membatasi anak-anak untuk bermain atau belajar di luar rumah. Namun, kondisi ini juga bisa menjadi kesempatan bagi anak untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan baru di dalam rumah. Orang tua dan guru dapat memanfaatkan cuaca ekstrem sebagai momen untuk menghadirkan kegiatan kreatif yang bermanfaat, seperti membuat kerajinan tangan, eksperimen sederhana, atau proyek seni berbasis rumah.
Salah satu kegiatan yang bisa dilakukan adalah membuat prakarya dari bahan daur ulang, seperti botol plastik, kardus, atau kertas bekas. Anak-anak belajar mengubah benda sehari-hari menjadi karya seni atau mainan edukatif. Aktivitas ini melatih kreativitas, kemampuan problem solving, ketelitian, serta kesabaran, sambil tetap berada di lingkungan yang aman. Selain itu, kegiatan ini menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan sumber daya dengan bijak.
Selain prakarya, anak-anak bisa melakukan eksperimen sains sederhana di rumah, misalnya membuat percobaan gunung berapi mini atau mengamati perubahan cuaca dengan termometer buatan. Dengan bimbingan orang tua atau guru, anak dapat mencatat hasil pengamatan, menganalisis fenomena, dan menyampaikan temuan mereka. Aktivitas ini melatih kemampuan berpikir kritis, observasi, serta menumbuhkan rasa ingin tahu tentang alam dan lingkungan sekitar.
Orang tua atau guru tetap berperan penting untuk membimbing aktivitas kreatif anak selama cuaca ekstrem. Mereka memastikan kegiatan aman, menyiapkan bahan, memberikan arahan langkah-langkah, dan ikut berpartisipasi agar anak merasa didukung. Pendampingan ini tidak hanya meningkatkan efektivitas belajar, tetapi juga memperkuat hubungan emosional antara anak dan orang tua.
Pemanfaatan cuaca sebagai momen kegiatan kreatif mendukung SDGs poin 4, pendidikan berkualitas dan inklusif, serta SDGs poin 13, penanganan perubahan iklim dan kesadaran lingkungan. Anak-anak belajar mengembangkan kreativitas, keterampilan praktis, literasi sains, dan kesadaran lingkungan. Dengan pendekatan ini, pembelajaran menjadi lebih interaktif, menyenangkan, dan relevan dengan kondisi nyata, sekaligus menumbuhkan sikap adaptif terhadap perubahan cuaca.
###
Penulis: Nadya Ulya Octavianisa