Cuaca dan Kesiapan Sekolah dalam Menghadapi Perubahan Iklim
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Perubahan cuaca yang semakin ekstrem menjadi tantangan bagi sekolah dalam menjaga kelancaran proses belajar-mengajar. Hujan deras, angin kencang, atau panas yang berlebihan dapat mengganggu kenyamanan dan keamanan siswa. Oleh karena itu, sekolah perlu menyiapkan strategi adaptasi agar kegiatan belajar tetap berjalan lancar meskipun kondisi cuaca berubah. Pendekatan ini mendukung SDGs poin 4 tentang pendidikan berkualitas dan SDGs poin 13 tentang penanganan perubahan iklim.
Sekolah dapat menyiapkan ruang kelas yang nyaman dan aman, termasuk ventilasi yang baik, penerangan yang memadai, dan fasilitas anti-panas atau anti-hujan. Selain itu, guru dapat menyesuaikan jadwal kegiatan, seperti menggeser aktivitas luar ruangan ke pagi hari saat cuaca lebih sejuk atau mengalihkan kegiatan ke dalam kelas saat hujan. Langkah ini memastikan siswa tetap fokus belajar tanpa terganggu oleh kondisi cuaca ekstrem.
Selain fasilitas, sekolah juga dapat mengintegrasikan pembelajaran tentang cuaca dan perubahan iklim ke dalam kegiatan rutin. Misalnya, siswa diajarkan mencatat cuaca harian, mengamati perubahan musim, dan berdiskusi tentang cara menjaga lingkungan. Aktivitas ini melatih kemampuan observasi, berpikir kritis, serta menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini.
Sekolah juga bisa memanfaatkan teknologi untuk menghadapi cuaca ekstrem, seperti menggunakan platform daring atau video pembelajaran ketika siswa tidak dapat hadir secara fisik. Dengan metode hybrid ini, siswa tetap memperoleh materi pelajaran tanpa kehilangan kualitas belajar. Guru dan orang tua dapat berkoordinasi melalui media digital untuk memantau progres belajar siswa.
Pemanfaatan strategi adaptif terhadap cuaca mendukung SDGs 4, yaitu pendidikan berkualitas dan inklusif, serta SDGs 13, penanganan perubahan iklim. Sekolah tidak hanya menjaga keberlangsungan pendidikan, tetapi juga membekali siswa dengan pemahaman tentang pentingnya adaptasi terhadap perubahan lingkungan. Dengan pendekatan ini, pendidikan menjadi lebih resilien, interaktif, dan relevan dengan tantangan dunia modern.
###
Penulis: Nadya Ulya Octavianisa