Cuaca dan Kesiapsiagaan Bencana di Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Fenomena cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, gelombang panas, atau badai lokal bisa memengaruhi keselamatan siswa di sekolah maupun di lingkungan sekitar rumah. Oleh karena itu, pembelajaran tentang cuaca tidak hanya penting untuk memahami ilmu alam, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bencana sejak dini. Guru dapat mengajarkan siswa cara membaca tanda-tanda cuaca, memahami peringatan dini, serta menyiapkan diri menghadapi kondisi ekstrem melalui simulasi, video edukatif, atau permainan interaktif yang menyenangkan.
Siswa dapat diajak melakukan pengamatan harian terhadap kondisi cuaca, seperti mencatat suhu, arah angin, atau perubahan awan. Aktivitas sederhana ini membantu siswa memahami pola cuaca dan mengenali tanda-tanda potensi bencana. Guru dapat menantang siswa untuk membuat laporan cuaca mingguan dan mendiskusikannya di kelas, sehingga siswa belajar berpikir kritis dan menganalisis informasi dari pengamatan nyata. Kegiatan ini juga melatih keterampilan menulis, membaca, dan komunikasi secara efektif.
Selain itu, guru dapat menampilkan video dokumentasi bencana ringan atau simulasi cuaca ekstrem dari media digital. Misalnya, video tentang banjir akibat hujan lebat, pohon tumbang karena angin kencang, atau dampak gelombang panas. Setelah menonton, siswa diajak berdiskusi tentang langkah-langkah keselamatan yang tepat dan bagaimana mereka bisa membantu teman atau masyarakat di sekitar. Pendekatan ini membuat pembelajaran lebih interaktif dan relevan dengan kehidupan nyata.
Guru juga dapat melakukan simulasi evakuasi bencana di sekolah. Siswa belajar jalur evakuasi, titik kumpul aman, dan cara menolong teman yang membutuhkan. Aktivitas ini tidak hanya meningkatkan kesiapsiagaan siswa, tetapi juga menanamkan nilai kerja sama, disiplin, dan tanggung jawab. Guru menekankan pentingnya mengikuti prosedur keselamatan agar siswa dapat bertindak cepat dan tepat ketika menghadapi cuaca ekstrem.
Pemanfaatan pembelajaran cuaca dalam konteks kesiapsiagaan bencana mendukung SDGs poin 4, yaitu pendidikan berkualitas, inklusif, dan merata, serta SDGs poin 13, yaitu aksi terhadap perubahan iklim dan mitigasi risiko bencana. Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya memahami fenomena alam, tetapi juga belajar menjaga keselamatan diri dan lingkungan sekitar. Pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, interaktif, dan memberi manfaat praktis bagi kehidupan sehari-hari, sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak usia dini.
###
Penulis: Nadya Ulya Octavianisa