Cuaca Ekstrem Mengganggu Aktivitas Belajar Para Siswa
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,Surabaya — Cuaca ekstrem yang melanda beberapa wilayah di Indonesia sejak awal pekan ini mulai berdampak pada aktivitas belajar anak usia sekolah. Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang menyebabkan sejumlah daerah mengalami banjir ringan hingga sedang, sehingga beberapa sekolah harus menyesuaikan jadwal belajar. Kondisi ini memicu perhatian masyarakat karena kegiatan belajar tatap muka menjadi tidak optimal.
Dalam hal ini, banyak siswa terlambat hadir akibat akses jalan yang terendam air. Selain itu, beberapa ruang kelas mengalami kebocoran sehingga kegiatan belajar harus dipindahkan sementara ke aula atau perpustakaan. Meskipun begitu, sekolah tetap berupaya menjaga keberlangsungan pembelajaran agar siswa tidak mengalami ketertinggalan materi.
Selain hujan deras, suhu udara juga menunjukkan perubahan signifikan. Pada siang hari, kelembapan meningkat cukup tinggi sehingga membuat siswa mudah merasa lelah ketika beraktivitas di luar ruangan. Kondisi cuaca yang tidak stabil ini membuat guru perlu menyesuaikan metode pembelajaran, misalnya dengan mengurangi kegiatan outdoor dan lebih banyak memanfaatkan ruang tertutup.
Para orang tua juga menyatakan kekhawatirannya terhadap kesehatan anak. Cuaca yang berubah-ubah menyebabkan beberapa siswa mengalami batuk, flu, dan demam. Sejumlah puskesmas setempat mencatat peningkatan kunjungan anak untuk pemeriksaan kesehatan sejak intensitas hujan meningkat. Para tenaga kesehatan pun mengimbau agar siswa membawa perlengkapan seperti jas hujan, payung, dan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh.
Peristiwa ini sangat berkaitan dengan SDGs 13 (Penanganan Perubahan Iklim) yang menjelaskan tentang pentingnya kewaspadaan masyarakat menghadapi dampak perubahan iklim. Dalam konteks pendidikan dasar, sekolah didorong untuk membangun budaya mitigasi bencana sejak dini, termasuk mengajarkan siswa cara menghadapi kondisi cuaca berbahaya. Cara ini diharapkan dapat memperkuat kuatnya sebuah komunitas pendidikan dalam menghadapi perubahan iklim di masa mendatang.
###
Penulis: Nadya Ulya Octavianisa
Gambar: Pinteres