Cuaca Mendukung Pembelajaran Berbasis Observasi bagi Siswa SD
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya—Pembelajaran berbasis observasi sangat penting diterapkan sejak sekolah dasar karena membantu siswa belajar melalui pengalaman langsung. Dengan melakukan observasi, siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga melihat, merasakan, dan memperhatikan apa yang terjadi di lingkungan sekitar. Cuaca menjadi objek observasi yang paling mudah dan aman untuk siswa SD karena dapat diamati setiap hari tanpa memerlukan alat khusus. Dari kegiatan sederhana ini, siswa belajar bahwa lingkungan sekitar merupakan sumber belajar yang berharga. Pendekatan ini mendukung SDGs poin 4 tentang pendidikan berkualitas yang aktif dan bermakna.
Guru dapat mengajak siswa mengamati kondisi cuaca setiap pagi sebelum pembelajaran dimulai. Siswa dapat mencatat cuaca yang mereka lihat, seperti cerah, mendung, hujan, atau berangin. Kegiatan mencatat ini melatih siswa untuk teliti dan terbiasa memperhatikan perubahan yang terjadi dari hari ke hari. Melalui kebiasaan ini, siswa belajar bahwa observasi membutuhkan perhatian dan konsistensi.
Dari hasil pengamatan cuaca, guru dapat mengajak siswa mengenali pola sederhana, misalnya cuaca yang sering berubah dalam satu minggu. Siswa diajak membandingkan hasil pengamatan mereka dan mendiskusikan perbedaannya. Diskusi ini membantu siswa memahami bahwa suatu peristiwa alam tidak selalu sama setiap hari. Proses ini melatih kemampuan berpikir sederhana dan rasa ingin tahu siswa.
Pembelajaran berbasis observasi cuaca juga dapat dikaitkan dengan kemampuan berbahasa. Siswa dapat diminta menceritakan hasil pengamatan mereka secara lisan atau menuliskannya dalam kalimat sederhana. Kegiatan ini melatih keberanian siswa untuk menyampaikan pendapat serta mengembangkan kemampuan berkomunikasi. Dengan demikian, satu kegiatan observasi dapat memberikan banyak manfaat pembelajaran.
Melalui pembelajaran berbasis observasi cuaca, siswa SD dilatih untuk peka terhadap lingkungan sejak dini. Siswa belajar bahwa pengetahuan tidak hanya diperoleh dari buku, tetapi juga dari apa yang mereka amati sehari-hari. Kebiasaan ini menjadi dasar penting bagi proses belajar di jenjang berikutnya. Upaya ini menunjukkan penerapan pembelajaran aktif dan kontekstual yang sejalan dengan tujuan SDGs poin 4.
###
Penulis: Nadya Ulya Octavianisa