Cuaca sebagai Bahan Diskusi Sosial dalam Pembelajaran IPS SD
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Cuaca memiliki pengaruh besar terhadap aktivitas sosial masyarakat dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan diskusi dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar. Melalui tema cuaca, siswa diajak memahami bahwa kondisi alam tidak berdiri sendiri, tetapi selalu berkaitan dengan kehidupan manusia. Pendekatan ini membuat pembelajaran IPS terasa lebih dekat dengan realitas yang ada di sekitar siswa. Pemanfaatan tema cuaca dalam pembelajaran mendukung SDGs poin 4, yaitu pendidikan berkualitas yang relevan dengan kehidupan nyata.
Dalam pembelajaran, guru dapat mengajak siswa mendiskusikan berbagai aktivitas masyarakat yang sangat dipengaruhi oleh cuaca. Misalnya, petani yang menyesuaikan waktu tanam dengan musim, nelayan yang mempertimbangkan cuaca sebelum melaut, atau pedagang yang aktivitasnya berubah ketika cuaca tidak mendukung. Diskusi semacam ini membantu siswa memahami hubungan antara kondisi alam dan kegiatan ekonomi masyarakat secara sederhana.
Selain itu, diskusi tentang cuaca juga melatih siswa untuk berpikir kritis dan berani mengemukakan pendapat. Siswa dapat berbagi pandangan berdasarkan pengalaman yang mereka lihat atau alami sendiri. Melalui diskusi kelompok, siswa belajar mendengarkan pendapat teman dan menghargai perbedaan sudut pandang. Hal ini menjadi bagian penting dalam pembelajaran IPS yang menekankan aspek sosial.
Pembelajaran berbasis diskusi cuaca juga membantu menumbuhkan rasa empati pada diri siswa. Siswa mulai memahami bahwa tidak semua orang memiliki kondisi kerja yang sama, karena sebagian pekerjaan sangat bergantung pada keadaan alam. Pemahaman ini menumbuhkan sikap menghargai dan peduli terhadap masyarakat yang terdampak oleh perubahan cuaca. Nilai-nilai sosial seperti kerja sama dan kepedulian dapat ditanamkan secara alami.
Dengan menjadikan cuaca sebagai bahan diskusi sosial dalam pembelajaran IPS, proses belajar tidak hanya berfokus pada pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan sikap dan keterampilan sosial siswa. Pembelajaran menjadi lebih bermakna karena siswa mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini menunjukkan upaya sekolah dalam mewujudkan pendidikan yang kontekstual dan berkualitas sesuai dengan tujuan SDGs poin 4.
###
Penulis: Nadya Ulya Octavianisa