Dampak Gadget terhadap Konsentrasi Belajar Anak Usia Sekolah
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Perkembangan teknologi
saat ini tidak bisa dipisahkan dari kehidupan anak-anak, khususnya gadget.
Telepon pintar, tablet, maupun komputer telah menjadi bagian dari aktivitas
sehari-hari, termasuk dalam dunia pendidikan. Di satu sisi, gadget memberikan
manfaat besar sebagai sumber belajar yang menarik, interaktif, dan kaya
informasi. Namun, di sisi lain, penggunaan gadget yang berlebihan dapat
menimbulkan dampak negatif terhadap konsentrasi belajar anak usia sekolah.
Salah satu dampak yang paling nyata
adalah menurunnya kemampuan fokus. Anak yang terbiasa menggunakan gadget dalam
jangka waktu lama, terutama untuk bermain game atau media sosial, sering kali
kesulitan memusatkan perhatian saat belajar. Hal ini disebabkan otak sudah
terbiasa menerima rangsangan cepat dan instan dari layar gadget, sehingga
ketika dihadapkan pada pembelajaran yang menuntut kesabaran dan konsentrasi,
anak menjadi mudah bosan.
Selain itu, gadget dapat mengganggu
tidur anak. Banyak anak yang terbiasa bermain perangkat elektronik hingga larut
malam, sehingga mereka kurang tidur. Kurang tidur berdampak pada konsentrasi
yang buruk, semangat, dan bahkan prestasi belajar di sekolah. Selain itu,
kebiasaan multitasking, seperti belajar sambil membuka perangkat, menyebabkan
perhatian anak terbagi, yang mengurangi hasil belajar. Tetapi tidak semua efek
gadget buruk. Alat ini dapat menjadi alat pendidikan yang inovatif jika
digunakan dengan benar. Melalui tampilan, audio, dan interaksi yang
menyenangkan, berbagai aplikasi pendidikan dapat meningkatkan motivasi siswa
untuk belajar. Orang tua dan guru harus memantau dan mengarahkan penggunaan
perangkat agar tetap bermanfaat bagi perkembangan anak.
Pengaturan waktu menjadi langkah
utama yang perlu diterapkan. Anak-anak disarankan untuk menggunakan perangkat
elektronik hanya untuk keperluan belajar dan hiburan dan dalam jangka waktu
yang wajar. Selain itu, menciptakan lingkungan belajar yang aman yang tidak
terganggu oleh perangkat elektronik dapat membantu meningkatkan konsentrasi.
Dengan demikian, gadget memiliki dua
sisi yang saling bertolak belakang. Dampak positifnya dapat mendukung proses
belajar, sementara dampak negatifnya berpotensi menurunkan konsentrasi jika
tidak dikendalikan. Oleh karena itu, pengawasan, pendampingan, dan pembiasaan
penggunaan gadget secara sehat menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan antara
teknologi dan pendidikan anak usia sekolah.
###
Penulis: Sabila Widyawati
Dokumentasi: Pinterest