Dari Mengingat Informasi ke Mengelola Masalah Kehidupan Nyata
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya - Belajar sering diasosiasikan dengan kemampuan mengingat informasi. Ingatan dianggap bukti keberhasilan proses belajar. Namun kehidupan nyata jarang menanyakan kembali informasi secara mentah. Ia menghadirkan masalah yang kompleks dan saling terkait. Dalam konteks ini, kemampuan mengelola masalah menjadi lebih relevan. Perubahan paradigma belajar menjadi sebuah kebutuhan. Dari mengingat menuju mengelola. Pergeseran ini mengubah orientasi belajar secara fundamental.
Mengelola masalah menuntut pemahaman menyeluruh terhadap situasi. Individu tidak hanya mencari jawaban, tetapi memahami konteks. Proses ini melibatkan analisis dan penilaian. Dengan demikian, belajar menjadi aktivitas yang kontekstual. Pengetahuan digunakan sebagai alat, bukan tujuan akhir.
Paradigma ini menekankan pentingnya strategi berpikir. Setiap masalah membutuhkan pendekatan yang berbeda. Individu belajar memilih dan menyesuaikan strategi. Fleksibilitas ini meningkatkan efektivitas pemecahan masalah. Hafalan tidak mampu memberikan fleksibilitas semacam ini.
Mengelola masalah juga melatih kemampuan mengambil keputusan. Keputusan diambil berdasarkan pertimbangan rasional. Pertimbangan ini mencakup risiko dan konsekuensi. Proses pengambilan keputusan menjadi bagian dari pembelajaran. Dari sini, tanggung jawab intelektual terbentuk.
Selain itu, paradigma ini memperkuat keterkaitan antara pengetahuan dan tindakan. Pengetahuan tidak berhenti sebagai konsep abstrak. Ia diterjemahkan menjadi langkah konkret. Keterkaitan ini membuat belajar terasa relevan. Relevansi meningkatkan keterlibatan belajar.
Mengelola masalah juga menumbuhkan ketangguhan mental. Masalah tidak selalu dapat diselesaikan dengan cepat. Prosesnya menuntut kesabaran dan ketekunan. Ketangguhan ini menjadi bekal penting dalam menghadapi ketidakpastian. Belajar melatih daya tahan, bukan sekadar ingatan.
Pada akhirnya, pergeseran dari mengingat informasi ke mengelola masalah mengubah makna belajar. Belajar menjadi proses memahami dan menghadapi kehidupan. Paradigma ini menjadikan belajar lebih bermakna dan berkelanjutan.
###
Penulis: Resinta Aini Zakiyah