'Do It Yourself' Lewat YouTube: Menumbuhkan Jiwa Wirausaha Cilik di Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id , Surabaya — Pendidikan dasar tidak hanya bertanggung jawab pada aspek akademis, tetapi juga pengembangan keterampilan hidup dan kewirausahaan (SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Platform YouTube menjadi sumber belajar tak terbatas bagi siswa untuk mempelajari berbagai keterampilan kerajinan tangan atau Do It Yourself (DIY) yang bernilai ekonomis. Guru dapat mengarahkan siswa untuk mencari tutorial membuat barang-barang kreatif dari bahan daur ulang, seperti tas dari kemasan plastik atau bunga dari kertas bekas, yang kemudian dapat dipasarkan dalam acara Market Day sekolah.
Melalui video tutorial di YouTube, siswa dapat melihat langkah-langkah pembuatan secara visual dan mendetail, memungkinkan mereka untuk belajar mandiri sesuai kecepatan masing-masing. Proses meniru, memodifikasi, dan menciptakan produk baru ini melatih kreativitas dan inovasi siswa. Mereka belajar bahwa ide bisnis bisa datang dari mana saja, dan informasi teknologi adalah alat untuk meningkatkan kapasitas diri. Hal ini mengubah peran siswa dari sekadar konsumen konten menjadi pencipta produk yang produktif.
Kegiatan ini juga mengajarkan literasi keuangan dasar. Setelah berhasil membuat produk berdasarkan referensi YouTube, siswa mengajarkan cara menghitung modal, menentukan harga jual, dan strategi pemasaran sederhana. Pengalaman berjualan hasil karya sendiri menumbuhkan rasa percaya diri, kemandirian, dan menghargai nilai uang. Guru berperan mendampingi agar konten yang diakses sesuai usia dan aman, serta memberikan masukan untuk meningkatkan kualitas produk siswa.
Pemanfaatan YouTube dalam konteks kewirausahaan ini juga mendukung ekonomi sirkular, di mana barang bekas diubah menjadi barang bernilai guna. Siswa belajar konsep keinginan lingkungan sekaligus ekonomi. Mereka menyadari bahwa sampah bisa menjadi berkah jika diolah dengan kreativitas dan pengetahuan yang tepat. Ini adalah fondasi penting bagi pembentukan wirausahawan masa depan yang berwawasan lingkungan.
Secara keseluruhan, YouTube membuka peluang besar bagi sekolah dasar untuk mengembangkan kurikulum keterampilan yang relevan dengan zaman. Dengan bimbingan yang tepat, siswa tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan yang tangguh. Inovasi pembelajaran ini membekali anak-anak dengan life skills yang akan sangat berguna bagi kemandirian ekonomi mereka di masa depan.
###
Penulis: Maulidia Evi Aprilia