“Era Digital Al Antara: Apakah Dosen Masih Berperan Sebagai Penjaga Nalar?”
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, khususnya dengan munculnya konsep Al Antara, telah membawa dampak besar pada dunia pendidikan. Dunia yang semakin terhubung membuat informasi dapat dengan mudah diakses kapan saja dan di mana saja, memberikan kesempatan yang besar bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mereka. Namun, di sisi lain, hal ini juga menimbulkan pertanyaan tentang peran dosen sebagai penjaga nalar dalam era yang serba cepat ini.
Di masa lalu, dosen memiliki peran sentral dalam membentuk pola pikir dan cara berpikir mahasiswa. Mereka tidak hanya memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai dan cara menghadapi berbagai permasalahan dengan nalar yang sehat. Proses pembelajaran lebih terkontrol, sehingga dosen dapat dengan mudah memantau perkembangan kemampuan berpikir mahasiswa dan memberikan bimbingan yang sesuai.
Namun, di era Al Antara, mahasiswa terpapar oleh berbagai macam informasi dan pengaruh dari berbagai sumber, baik yang positif maupun negatif. Banyak platform digital yang menyebarkan konten tanpa melalui proses verifikasi yang ketat, sehingga informasi salah dan hoaks dapat dengan mudah menyebar. Mahasiswa yang belum memiliki kemampuan berpikir kritis yang kuat cenderung mudah terpengaruh dan menerima informasi tersebut secara tidak selektif.
Beberapa pihak berpendapat bahwa peran dosen sebagai penjaga nalar telah berkurang relevansi di era digital ini. Mereka menganggap bahwa mahasiswa dapat belajar sendiri untuk menyaring informasi dan mengembangkan kemampuan berpikir mereka melalui berbagai sumber online. Namun, pandangan ini mengabaikan fakta bahwa dosen memiliki peran penting dalam memberikan bimbingan yang terarah, mengajarkan metode berpikir yang benar, serta membimbing mahasiswa untuk mengembangkan sikap kritis yang sehat.
Kenyataan menunjukkan bahwa dosen masih memiliki peran yang sangat penting sebagai penjaga nalar di era Al Antara. Namun, peran ini perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman, di mana dosen tidak hanya bertindak sebagai pemberi informasi, tetapi juga sebagai fasilitator dan pembimbing. Dosen harus mampu menguasai teknologi yang ada, memanfaatkannya untuk mendukung pembelajaran, serta mengajarkan mahasiswa untuk menggunakan teknologi dengan bijak dan bertanggung jawab.
###