Etika Digital sebagai Bagian dari Pendidikan Karakter SD
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Etika digital mulai diajarkan di sekolah dasar sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter. Seiring dengan meningkatnya penggunaan teknologi dalam pembelajaran, siswa perlu dibekali pemahaman tentang sikap dan perilaku yang tepat saat berada di ruang digital. Pendidikan etika digital menjadi penting agar siswa mampu menggunakan teknologi secara bertanggung jawab sejak dini.
Dalam pembelajaran, siswa dikenalkan pada konsep sopan santun di dunia digital, seperti menggunakan bahasa yang baik, menghargai pendapat orang lain, dan tidak menyebarkan informasi yang belum tentu benar. Materi ini disampaikan dengan bahasa sederhana dan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Dengan demikian, siswa dapat memahami bahwa nilai-nilai kesopanan juga berlaku di ruang digital.
Pendekatan pembelajaran etika digital ini sejalan dengan SDGs tujuan ke-4 tentang pendidikan yang berkualitas dan berorientasi pada pembentukan karakter. Pendidikan tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga membangun sikap dan nilai yang mendukung kehidupan bermasyarakat. Etika digital menjadi bagian penting dalam membentuk warga digital yang beradab.
Guru memiliki peran utama dalam memberikan contoh penggunaan teknologi yang baik dan bertanggung jawab. Sikap guru saat menggunakan media digital di kelas menjadi teladan bagi siswa. Dengan menampilkan perilaku positif, guru membantu siswa memahami bagaimana teknologi seharusnya dimanfaatkan secara bijak.
Untuk memperkuat pemahaman, guru mengadakan diskusi kasus sederhana yang relevan dengan pengalaman siswa, seperti cara menanggapi pesan di grup atau bersikap saat bermain gim daring. Diskusi ini melatih siswa untuk berpikir kritis dan mempertimbangkan dampak dari setiap tindakan di dunia digital. Siswa diajak menyampaikan pendapat dan belajar dari sudut pandang teman-temannya.
Melalui pembelajaran yang konsisten dan terarah, karakter digital siswa dapat terbentuk secara bertahap. Siswa tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki sikap etis dan bertanggung jawab. Dengan bekal ini, siswa diharapkan mampu menjadi pengguna teknologi yang cerdas dan berkarakter di masa depan.
# # #
Penulis: Nabila Mutiara Febriyanti