Implementasi Canva di Pendidikan Dasar: Kreativitas Mendukung SDGs 4
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Canva kini menjadi platform utama bagi guru-guru Pendidikan Dasar untuk menciptakan materi ajar yang visual dan menarik. Dibandingkan dengan alat presentasi konvensional, Canva menawarkan ribuan templat yang relevan dengan usia siswa SD, mulai dari infografis sederhana hingga komik edukasi. Penggunaan elemen visual ini sangat membantu siswa dengan gaya belajar visual dan memfasilitasi pembelajaran inklusif, memastikan bahwa konsep-konsep kompleks seperti siklus air atau keanekaragaman hayati (terkait SDGs 14 & 15) dapat dipahami dengan mudah oleh semua siswa. Guru juga memanfaatkan fitur kolaborasi Canva untuk membuat proyek kelompok secara real-time.
Penggunaan Canva tidak hanya terbatas pada guru. Siswa Sekolah Dasar kini diajarkan untuk menggunakan Canva sebagai alat untuk mempresentasikan hasil proyek mereka, alih-alih hanya menulis laporan teks. Misalnya, dalam pelajaran IPS tentang keberagaman budaya, siswa diminta merancang poster digital di Canva yang menampilkan tradisi lokal mereka. Kegiatan ini memberdayakan siswa sebagai kreator konten digital, bukan hanya konsumen. Keterampilan ini, yang dikenal sebagai Literasi Digital-Kreatif, merupakan kompetensi penting yang diamanatkan oleh SDGs untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan yang didominasi teknologi.
Di luar ruang kelas, Canva juga menyederhanakan tugas administrasi guru yang sering memakan waktu, sehingga guru memiliki lebih banyak waktu untuk fokus pada pengajaran. Guru SD kini menggunakan Canva untuk mendesain:
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang lebih terstruktur dan visual.
Sertifikat Penghargaan siswa yang personal dan menarik.
Buletin Sekolah atau surat edaran orang tua yang informatif dan profesional.
Efisiensi yang dihasilkan dari penggunaan Canva ini secara tidak langsung mendukung tujuan SDGs 4 dalam memastikan ketersediaan guru yang berkualitas dan didukung oleh sumber daya yang memadai.
Canva memainkan peran penting dalam mengintegrasikan isu-isu SDGs secara langsung ke dalam kurikulum. Misalnya, guru memandu siswa membuat infografis tentang pentingnya air bersih (SDGs 6) atau kesetaraan gender (SDGs 5). Kemudahan akses ke ikon, gambar, dan palet warna yang menarik di Canva memungkinkan siswa untuk mengekspresikan pemahaman mereka terhadap isu global ini secara visual yang kuat. Hasil desain terbaik sering dicetak atau dibagikan secara digital di media sosial sekolah, berfungsi sebagai kampanye edukasi komunitas.
Menyadari potensi ini, banyak Dinas Pendidikan dan lembaga pelatihan guru kini memasukkan modul pelatihan khusus penggunaan Canva dalam pembelajaran. Pelatihan ini tidak hanya mengajarkan fitur-fitur teknis, tetapi juga bagaimana mengintegrasikan desain visual dengan tujuan pedagogis, khususnya dalam mencapai target SDGs. Tujuannya adalah memastikan bahwa inovasi ini dapat dipertahankan dan digunakan secara merata oleh semua guru SD, baik di perkotaan maupun pedesaan, sehingga tercapai ekuitas dalam kualitas pendidikan.
###
Penulis: Nadya Ulya Octavianisa