Inovasi Ekologis: Membuat Model Vertical Garden Cerdas dengan Bantuan ChatGPT dan Canva
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Upaya mencapai SDG 15 (Ekosistem Daratan) dan SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) dapat diimplementasikan secara konkret melalui pembelajaran berbasis proyek di sekolah dasar. Salah satu inovasi yang relevan adalah pengembangan Vertical Garden Cerdas dengan memanfaatkan teknologi digital seperti ChatGPT dan Canva. Melalui proyek ini, siswa tidak hanya diperkenalkan pada konsep penghijauan dan pertanian perkotaan, tetapi juga dilatih untuk memadukan pengetahuan lingkungan dengan pemanfaatan teknologi modern yang kontekstual dan aplikatif. Pendekatan ini menjadikan isu keberlanjutan tidak lagi bersifat abstrak, melainkan dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari siswa.
Proyek dimulai dengan pemanfaatan ChatGPT sebagai sumber referensi awal yang membantu siswa memahami prinsip dasar kebun vertikal. Dengan bimbingan guru, siswa dapat mengajukan pertanyaan sederhana hingga kompleks kepada AI, seperti jenis tanaman yang cocok untuk ruang sempit, cara menghemat penggunaan air, serta manfaat ekologis dari kebun vertikal. Proses ini melatih siswa untuk menyusun pertanyaan yang logis dan relevan, sekaligus mengenalkan mereka pada konsep riset sederhana berbasis teknologi. Informasi yang diperoleh kemudian didiskusikan secara kritis agar siswa memahami bahwa AI adalah alat bantu yang perlu diverifikasi dan dipahami secara kontekstual.
Setelah memperoleh pemahaman konseptual, siswa melanjutkan tahap visualisasi menggunakan Canva. Platform ini memungkinkan siswa menuangkan ide kebun vertikal ke dalam bentuk desain visual yang sistematis dan menarik. Mereka belajar mengatur tata letak tanaman, jalur aliran air, serta penggunaan bahan daur ulang seperti botol plastik atau pipa bekas sebagai media tanam. Kegiatan desain ini tidak hanya mengasah kreativitas visual, tetapi juga melatih kemampuan berpikir spasial, perencanaan, dan pengambilan keputusan berbasis lingkungan.
Desain yang dihasilkan siswa kemudian diperkaya dengan infografis edukatif yang menjelaskan proses ekologis secara sederhana, seperti siklus air, fotosintesis, dan manfaat tanaman bagi kualitas udara. Melalui visualisasi tersebut, siswa belajar mengomunikasikan gagasan ilmiah dalam bahasa visual yang mudah dipahami oleh orang lain. Keterampilan ini penting dalam membangun literasi sains dan literasi data sejak usia dini, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri siswa dalam menyampaikan ide-ide keberlanjutan kepada publik.
Pada akhirnya, proyek Vertical Garden Cerdas menunjukkan bahwa integrasi ChatGPT dan Canva mampu memperkaya pembelajaran lingkungan di sekolah dasar. Siswa tidak hanya belajar tentang pentingnya menjaga ekosistem, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan komunikatif. Pengalaman ini menjadi fondasi awal dalam membentuk generasi yang peduli lingkungan, melek teknologi, serta siap berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan di masa depan.
###
Penulis: Maulidia Evi Aprilia