Integritas di Ruang Kelas SD: Program Pendidikan Orisinalitas Siap Diluncurkan
S2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Dinas Pendidikan Kota Surabaya mengumumkan bahwa program pendidikan orisinalitas bertajuk “Integritas di Ruang Kelas SD” siap diluncurkan pada awal semester depan dan akan diterapkan di semua sekolah dasar di wilayah kota. Program ini dirancang sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan pendidikan karakter siswa, dengan fokus pada pengembangan nilai integritas dan diberikan penghargaan terhadap karya asli sejak usia dini. Persiapan program telah dilakukan selama satu tahun, termasuk pengembangan kurikulum, pelatihan guru, dan penyusunan materi pembelajaran yang sesuai dengan tingkat perkembangan siswa SD.
Program kurikulum ini mencakup berbagai materi yang disesuaikan untuk setiap tingkat kelas, mulai dari kelas 1 hingga 6. Untuk siswa kelas 1 dan 2, materi fokus pada pengenalan konsep dasar tentang karya sendiri dan karya orang lain, dengan aktivitas seperti menggambar dan membuat kerajinan tangan sederhana. Siswa kelas 3 dan 4 diajak untuk memahami proses kreatif dan bagaimana menghasilkan ide sendiri, sementara siswa kelas 5 dan 6 diberikan materi tentang hak cipta dan cara menghormati karya asli orang lain dengan lebih mendalam. Semua materi disajikan dalam bentuk yang menarik dan mudah dipahami oleh anak-anak, menggunakan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka.
Sebelum program diluncurkan, seluruh guru kelas SD di Surabaya telah menjalani pelatihan intensif selama lima hari yang diberikan oleh ahli pendidikan dan praktisi seni. Pelatihan mencakup metode pengajaran yang tepat untuk mengembangkan kreativitas dan orisinalitas siswa, cara menangani kasus di mana siswa cenderung meniru karya orang lain, serta teknik untuk membangun suasana kelas yang mendukung nilai integritas. Guru juga diberikan modul pembelajaran yang berisi berbagai aktivitas, contoh kasus, dan panduan evaluasi yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran sehari-hari.
Sebagai bagian dari persiapan, beberapa sekolah dasar telah menjadi lokasi uji coba program selama tiga bulan terakhir. Hasil uji coba menunjukkan bahwa siswa menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam hal kesadaran tentang keaslian dan kemampuan untuk menghasilkan karya kreatif sendiri. Orang tua siswa juga memberikan tanggapan positif terhadap program ini, dengan banyak yang menyatakan bahwa anak-anak mereka menjadi lebih percaya diri dan memiliki minat yang lebih besar dalam kegiatan kreatif. Beberapa sekolah bahkan melaporkan bahwa kebiasaan menjiplak atau meniru karya orang lain di antara siswa telah berkurang secara signifikan setelah mengikuti program uji coba.
Untuk mendukung pelaksanaan program, dinas pendidikan telah menyediakan berbagai fasilitas dan bahan pembelajaran kepada setiap sekolah dasar, termasuk buku aktivitas, alat tulis dan seni, serta peralatan untuk kegiatan praktis. Selain itu, akan dibentuk tim pendamping yang akan melakukan kunjungan secara berkala ke setiap sekolah untuk memastikan bahwa program berjalan dengan baik dan memberikan dukungan kepada guru yang membutuhkan. Dinas Pendidikan berharap program ini dapat menjadi dasar yang kuat untuk membangun karakter siswa yang memiliki keutuhan tinggi dan mampu menghargai nilai karya kreatif di era digital saat ini.
###
Penulis: Ailsa Widya Imamatuzzadah