Keamanan Siber dalam Penggunaan WhatsApp Web untuk Data Pendidikan Siswa
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Penggunaan
WhatsApp Web di lingkungan sekolah tidak hanya memudahkan koordinasi, tetapi
juga membawa tantangan baru terkait keamanan data pribadi siswa. Seiring dengan
tren digitalisasi, para guru kini harus ekstra hati-hati dalam membagikan
dokumen sensitif seperti kartu keluarga atau rapor untuk keperluan pendaftaran
PIP. Pendidikan mengenai keamanan siber (cyber security) pun kini menjadi
materi wajib bagi tenaga kependidikan agar data siswa tetap terlindungi dari
ancaman peretasan atau penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Dalam
mendukung SDG 16 (Perdamaian dan Kelembagaan yang Tangguh), sekolah harus
menjamin bahwa sistem pengelolaan data mereka aman dan akuntabel. Saat
menggunakan WA Web, guru diingatkan untuk selalu melakukan logout setelah
selesai digunakan di komputer publik atau ruang guru. Kesadaran akan privasi
data ini merupakan bagian dari literasi digital yang harus ditularkan kepada
siswa dan orang tua. Pendidikan yang berkualitas hanya dapat terwujud jika rasa
aman dan kepercayaan dalam interaksi digital dapat dijaga dengan baik oleh
seluruh warga sekolah.
Selain
itu, sekolah juga mulai mengadopsi perangkat lunak tambahan yang terintegrasi
dengan Google Translate untuk mendeteksi pesan-pesan asing atau mencurigakan
yang masuk ke kanal komunikasi sekolah. Kemampuan untuk menerjemahkan dan
menganalisis pesan secara cepat membantu pihak sekolah dalam merespons potensi
ancaman phishing yang sering mengincar data bantuan sosial seperti PIP
Kemendikdasmen. Kewaspadaan teknologi ini menjadi bagian dari strategi
manajemen risiko sekolah di era industri 4.0 yang serba terkoneksi.
Pihak
sekolah juga rutin mengadakan workshop bagi orang tua mengenai cara menggunakan
platform komunikasi secara aman. Orang tua diajarkan cara mengaktifkan
verifikasi dua langkah pada akun mereka saat berkonsultasi mengenai cek PIP.
Edukasi ini sangat penting karena orang tua adalah penjaga data anak di tingkat
keluarga. Dengan kolaborasi yang baik antara sekolah dan rumah, ekosistem
digital pendidikan akan menjadi lebih kuat dan tidak mudah ditembus oleh pelaku
kejahatan siber yang semakin canggih metodenya.
Sebagai
kesimpulan, penggunaan teknologi komunikasi di sekolah harus dibarengi dengan
pemahaman yang mendalam tentang aspek keamanannya. WhatsApp Web adalah alat
yang sangat bermanfaat, namun penggunaannya memerlukan kedisiplinan dan
pengetahuan teknis yang memadai. Dengan menanamkan nilai-nilai keamanan digital
sejak dini, kita sedang membangun fondasi bagi masyarakat informasi yang
tangguh dan cerdas, yang mampu memanfaatkan teknologi untuk kemajuan pendidikan
tanpa harus mengorbankan privasi dan keselamatan data pribadi.
###
Penulis : Anisa Rahmawati