Kesehatan Mental Anak SD: Strategi Guru Memanfaatkan YouTube sebagai Media Relaksasi dan Mindfulness
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Kesehatan mental anak sekolah dasar menjadi perhatian penting seiring meningkatnya beban akademik dan perubahan sosial yang mereka alami. Anak SD kini menghadapi distraksi digital, tekanan pertemanan, hingga rutinitas belajar yang semakin padat. YouTube menyediakan berbagai konten positif yang dapat dimanfaatkan guru untuk membantu anak mengelola emosi. Video pendek seperti musik relaksasi, latihan pernapasan, hingga mindfulness untuk anak menjadi opsi yang efektif. Dengan konten yang visual dan mudah diikuti, anak merasa lebih rileks sebelum memulai pembelajaran.
Guru dapat menyisipkan sesi mindfulness 3–5 menit menggunakan video YouTube di awal atau akhir pembelajaran. Aktivitas ini membantu anak menenangkan pikiran, fokus pada pernapasan, dan mengalihkan stres kecil yang mereka bawa dari lingkungan rumah atau sekolah. Latihan sederhana ini efektif menurunkan kecemasan dan meningkatkan konsentrasi. Penggunaan YouTube juga mempermudah guru menemukan variasi konten yang sesuai usia. Dengan demikian, rutinitas mindfulness menjadi kegiatan yang menyenangkan dan dinanti siswa.
Selain untuk relaksasi, YouTube juga dapat digunakan untuk mengajarkan keterampilan sosial-emosional. Banyak kanal edukatif yang menyediakan cerita bergambar tentang empati, persahabatan, dan kesadaran diri. Guru dapat menonton bersama siswa kemudian melakukan diskusi reflektif. Melalui cerita visual, anak lebih mudah memahami makna emosi dan perilaku positif. Hal ini memperkuat pembelajaran karakter secara kontekstual.
Untuk memastikan efisiensi, guru perlu memilih konten YouTube yang aman, bebas iklan mengganggu, serta sesuai rentang usia siswa SD. Video yang durasinya pendek lebih ideal karena sesuai dengan kemampuan atensi anak. Guru juga dapat membuat daftar putar khusus agar kegiatan relaksasi tidak memakan waktu mencari video. Kurasi konten oleh guru berperan penting dalam menjaga kualitas pembelajaran. Dengan demikian, YouTube menjadi alat pedagogis, bukan sekadar hiburan.
Secara keseluruhan, YouTube memberi peluang besar bagi guru untuk memperkuat kesehatan mental siswa dengan cara yang mudah dan terjangkau. Sesi relaksasi membantu anak membangun kebiasaan positif dalam mengelola emosi sejak dini. Pembelajaran sosial-emosional pun dapat berlangsung lebih alami dan menyenangkan. Dengan pendekatan ini, kelas menjadi ruang yang aman secara psikologis. Anak dapat belajar dengan pikiran yang lebih tenang dan hati yang lebih siap.
# # #
Penulis: Arumita Wulan Sari